Pegadaian Mulai Diserbu
Beberapa warga tengah bertransaksi untuk menggadaikan barangnya di Kantor Pegadaian Cabang Serang Banten.
Video
Kamis, 28 Agustus 2008 | 16:37 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat Jakarta mulai mendatangi kantor-kantor pegadaian untuk menggadaikan barang berharga mereka guna membeli kebutuhan bulan puasa dan Idul Fitri. Sekitar 95 persen barang yang digadaikan adalah emas dan berlian. Hal ini diakui oleh Asisten Manajer Usaha Lain Kantor Wilayah Operasional Pegadaian Jakarta I, Karmani, kepada Kompas.com, Kamis (28/8).

"Kami sudah hafal betul. Pokoknya setiap kali menjelang bulan puasa dan anak-anak masuk sekolah, kantor kami lebih ramai didatangi orang," tutur Karmani.

Karmani mengakui pihaknya belum memiliki data yang lengkap pada tahun 2008 ini. Pada tahun 2007, jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat Jakarta meningkat dari Rp 344 triliun menjadi Rp 351 triliun. Orang yang menggadaikan barang rata-rata adalah karyawan dan pedagang.

Karmani melanjutkan, pihaknya selalu mempersiapkan modal yang lebih besar setiap menjelang bulan puasa. Pada tahun ini, pihak pegadaian telah membuka 120 unit pelayanan cabang guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. "Ide unit pelayanan pegadaian merupakan ide baru seiring pergantian direksi. Direksi yang baru memiliki kebijakan melakukan ekspansi pasar agar masyarakat lebih terlayani," ujarnya.


HIN
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS