Kantor PGI Kembali Jadi Korban Bentrok Satpol PP-Mahasiswa
Polisi sedang memeriksa kerusakan di PGI
Video
Kamis, 28 Agustus 2008 | 14:56 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KAMIS - Kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, pukul 14.00, Kamis (28/8), kembali dirusak oleh puluhan petugas satpol PP yang tiba-tiba merangsek masuk ke kompleks PGI yang terletak berseberangan dengan RS St Carolus. Perusakan ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada Selasa lalu juga terjadi peristiwa yang sama.

Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI Gomar Gultom mengatakan, peristiwa berawal saat terjadi bentrokan antara mahasiswa yang tergabung dalam GMKI dengan petugas satpol PP yang melakukan eksekusi terhadap tanah seluas lebih kurang dua hektar di samping kantor GMKI. Tanah tersebut masih dalam proses hukum, setelah terjadi sengketa antara PT Indotama Persada dengan lembaga-lembaga Kristen yang tergabung dalam Himpunan Sekolah Kristen.

"Saya sedang didalam kantor, tiba-tiba para petugas satpol langsung melakukan pelemparan. Mungkin dipicu perkelahian kemarin dengan mahasiswa. Tapi hari ini, teman-teman mahasiswa meminta eksekusi jangan dilakukan sebelum proses hukum selesai," kata Gomar saat ditemui usai ditemui Kapolres Jakarta Pusat Kombes Ikke Edwin.

Kapolres Jakarta Pusat sendiri enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Gomar mengatakan, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan apapun. Namun, pihak PGI meminta perlindungan hukum. "Kami mempertanyakan kenapa gedung yang dirusak. Legitimasi apa satpol PP bisa bertindak anarkis. Harapan kami, semua tindakan yang anarkis bisa ditindak sehingga memporak-porandakan gedung ini," ujar Gomar.

Pantauan Kompas.com, kaca pintu dan jendela kaca hancur. Para petugas kepolisian dan Satpol PP masih melakukan penjagaan, di sekitar Gedung PGI yang juga sekretariat GMKI. Pintu besi Gedung PGI juga sudah dipasangi garis polisi. (ING)


ING
A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
monyet @ Jumat, 29 Agustus 2008 | 02:54 WIB
hidup Pemilu.....!!! makanya hati2 milih wakil atau sengsara 5 tahun. terbukti khan gimana sekarang? kesalahan 2004 mau diulang di 2009? pikir aja lagi? hehehehehe.... bye : satpol muda cinta Pemda.
budi @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 21:16 WIB
saya merasa sedih dengan tragedi ini..."kapan Indonesia bisa Damai?"
bayu @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 17:47 WIB
wahai para preman berseragam dimanapun kalian berada sadarlah kalian bukan penegak hukum yang bisa seenaknya merusak dan main hakim sendiri.
henry @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 17:34 WIB
DLLAJR, Satpol PP mang blaguuu...gayanya lebih dari Kopassus...padahal hanya recycle bin nya masyarakat yang ada di indo....msh mending pemulung atau tkg beca...
agung @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 17:09 WIB
Wahai pak Polisi. Anda dimana dan apa tindakan anda?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile87
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS