Poligami Bikin Pria Panjang Umur?
Video
Kamis, 28 Agustus 2008 | 11:54 WIB

INGIN hidup berumur panjang? Cobalah untuk memiliki istri kedua, atau bahkan lebih. Anjuran ini sepertinya mengada-ada, tetapi bisa jadi ada benarnya apabila menyimak hasil kesimpulan sebuah riset yang dilakukan ahli ekologi  Inggris, Virpi Lummaa.

Ilmuwan dari Universitas Sheffield itu  belum lama ini mempresentasikan temuannya tentang hubungan poligami dan umur panjang dalam  pertemuan tahunan International Society for Behavioral Ecology’di Ithaca, New York, Amerika Serikat.

Menurut hasil riset Lummaa yang juga dimuat majalah New Scientist, pria yang menganut poligami rata-rata memiliki usia lebih panjang di bandingkan mereka yang hanya beristri satu.  Kesimpilan ini diambil setelah memperhitungkan beragam faktor seperti perbedaan status sosial ekonomi.

Riset menunjukkan, pria berusia di atas 60 tahun di 140 negara penganut poligami dengan derajat kehidupan bervariasi tercatat berusia 12 persen lebih panjang di bandingkan para pria yang tinggal di 49 negara yang dikenal kuat menganut monogami.

Lummaa menjelaskan, pria yang menjalani poligami bisa lebih panjang usianya kemungkinan karena faktor sosial dan genetika.  Pria yang terus berjuang menghidupi anak-anak dan istrinya walau sudah memasuki usia 60 atau 70-an  kemungkinan lebih baik dalam menjaga kebugaran dan kesehatannya.

Ini pun tidak terlepas dari tekad dan tanggung jawabnya untuk menafkahi anak-anak dan istiri-istrinya. Namun begitu,  lanjut Lummaa, kekuatan evolusi yang terjadi selama ribuan tahun juga patut diperhitungkan sebagai penyebab panjangnya usia pria yang hidup dengan budaya poligami.

Dalam risetnya, Lummaa menggunakan data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization).  Ia bersama rekannya, Andy Russell, meneliti para pria di atas 60 tahun yang tinggal di 189 negara dan mengelompokkannya dalam empat skala yakni dari tingkat 1 untuk kategori sangat monogami hingga paling poligami untuk skala 4.

Ia juga memperhitungkan produk domestik bruto setiap negara dan rata-rata pendapatannya guna meminimalisir pengaruh faktor kualitas nutrisi dan pelayanan kesehatan di negara-negara Barat yang menganut monogami.


AC
Sumber : NewScientist
Nilai 5 A A A
Ada 34 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
mila @ Selasa, 16 September 2008 | 15:03 WIB
dimana kesetiaannnn................
nug2 @ Selasa, 16 September 2008 | 12:29 WIB
wah setuju-setuju q,,,lebih baik daripada "Menebar Benih"dimana-mana lebih baik poligami.untung juga buat istrinya yang mengizinkan dapet jaminan dari Allah.
inoy @ Selasa, 16 September 2008 | 10:53 WIB
Aku rasa tidak ada yg mau istri di bagi-bagi kasih sayang suaminya dgn orang lain..walaupun itu halal...
edwah @ Senin, 15 September 2008 | 15:36 WIB
POLIGAMI halal dan sah, malah CERAI yang dibenci. berPOLIGAMIlah.... tapi jangan pernah BERCERAI!
Sued @ Senin, 15 September 2008 | 10:35 WIB
Wah ....... Seru juga nich, apa kebiasaan raja - raja punya banyak selir dapat dijadikan referensi
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile95
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS