KUALA LUMPUR, KAMIS — Tinggal selangkah lagi pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menggulingkan pemerintahan PM Abdullah Ahmad Badawi setelah ia diambil sumpahnya sebagai anggota parlemen.
Anwar—berbusana tradisional Melayu warna biru tua, celana panjang, dan kopiah— diambil sumpah dalam sebuah upacara sederhana di ruang sidang utama Parlemen Malaysia. Upacara itu diiringi gebrakan meja oleh para anggota oposisi. Anwar juga secara formal dinyatakan sebagai pemimpin koalisi tiga partai oposisi setelah upacara itu. PM Badawi, Deputi PM Najib Razak, dan sebagian besar menteri kabinet tidak hadir dalam upacara itu.
"Saya senang bisa kembali setelah satu dekade. Saya sungguh-sungguh merasa bisa bertahan. Saya baik-baik saja," kata Anwar, yang dipaksa keluar dari parlemen atas tuduhan sodomi pada 1999.
Anwar (61) menang dalam pemilu sela untuk memperebutkan kursi kosong di negara bagian Penang yang ditinggalkan sang istri, Wan Azizah Wan Ismail, Selasa (26/8). "Ini tsunami politik kedua. Pemerintah adalah Titanic yang akan tenggelam," kata Lim Kit Siang, tokoh Partai Aksi Demokratik, salah satu anggota koalisi.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |