Risiko Diabetes Ancam Bayi Caesar
Ilustrasi
Video
Kamis, 28 Agustus 2008 | 10:36 WIB

SEJUMLAH riset telah mengungkap bahwa persalinan melalui bedah caesar dapat menimbulkan risiko lebih besar bagi bayi, terutama ancaman mengidap beragam penyakit, mulai dari gangguan pernapasan hingga alergi. 

Kini, sebuah penelitian terbaru di Eropa yang dimuat jurnal PubMed mengindikasikan, bayi yang lahir melalui proses bedar caesar berisiko 20 persen lebih besar mengidap diabetes tipe 1 di bandingkan bayi yang lahir lewat persalinan normal.

Penyakit diabetes tipe 1, yang dapat muncul sejak usia dini, saat ini tengah meningkat prevalensinya di Eropa dan  para ahli belum bisa memastikan penyebabnya.

"Akhir-akhir ini diabetse tipe 1 pada anak-anak saat ini meningkat prevalensinya di Eropa, dan tingginya rata-rata ini mengidikasikan bahwa faktor-faktor lingkungan dapat menjadi penyebabnya," ungkap Dr Chris Cardwell dari Queen's University Belfast.

Fenomena itu lalu membuat Cardwell dan timnya kemudian melakukan kajian terhadap 20 penelitian yang telah dilakukan. Hasil kajian mengindikasikan bahwa kontak awal bayi terhadap bakteri di rumah sakit saat tindakan operasi caesar mungkin bisa menjadi penyebabnya. Padahal, bila bayi lahir secara normal, maka tubuh mereka akan melakukan kontak di jalan lahir dengan bakteri menguntungkan yang berasal dari ibu untuk pertama kalinya. 

Tak heran bila risiko bayi lahir normal mengidap diabetes, menurut  kajian studi Cardwell, hanya sekitar 0,3 persen saja. Sedangkan pada bayi yang di-caesar risikonya meningkat hingga 20 persen meskipun angka ini belum dapat dijelaskan atau dikaitkan dengan  faktor lain, seperti berat bayi saat lahir, asupan ASI, usia ibu,  atau kondisi-kondisi lain seperti diabetes gestasional atau meningkatnya gula darah saat hamil pada ibu yang sebelumnya tak mengidapnya.

"Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten risiko diabetes sebanyak 20 persen. Penting untuk diingat bahwa penyebab meningkatnya risiko ini belum diketahui meski ada kemungkinan bahwa bedah caesar bukan satu-satunya yang bertanggung jawab. Mungkin karena bayi yang lahir melalui metode ini  terpapar bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit untuk pertama kalinya ketimbang kontak dengan bakteri dari ibu," ungkapnya.

Sementara itu, Dr Iain Frame dari Diabetes UK berpendapat bahwa faktor genetik dan infeksi di masa kanak-kanak bisa berperan dalam timbulnya penyakit diabetes tipe 1. Namun, riset lebih mendalam perlu dilakukan untuk mencari hubungannya dengan operasi caesar.

"Temuan dari riset ini mengindikasikan bahwa cara bayi dilahirkan dapat memengaruhi bagaimana mereka  tumbuh dan berkembang di kemudian hari. Tak semua wanita punya pilihan apakah mereka dapat melakukan caesar atau tidak. Tetapi, bagi mereka yang berharap menjalaninya seharusnya memperhitungkan risiko ini," paparnya.


AC
Sumber : BBC
A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
yudi jeliman @ Senin, 8 September 2008 | 15:21 WIB
modernisasi terasa sangat mengintimidasi para keluarga-keluarga muda masa kini. keuntungan sangat diharapkan dari setiap aktivitas sehingga persentase kerugian seumur hidup tak pernah menjadi pertimbangan. Caesar sebetulnya tidak salah, kelahiran normalpun tidak salah bergantung pada alasannya. bisa saja ada benarnya dari hasil penelitian yang sudah diperoleh, karena angka statistik dalam penelitian seperti angka mati.
gue @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 13:24 WIB
Operasi Caesar bikin lemah generasi, koq kaum ibu ngga tersinggung ya, perempuan khan kaum yg kuat malah ditakutin sama dokter2 kapitalis....alasan ini lah alasan itulah, padahal UUD juga.
Herman Nudjaja @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 12:00 WIB
Kata dokter kepresidenan, cucu Presiden lebih baik di ceasare, lebih awal dari jadwal seharusnya, karena bisa kurang lincah kalau ditunggu secara alamiah.
A jidud @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 11:49 WIB
Kita... BISA....!!, Semua.....BISA....!!, Indonesia ....BISA....!!, BISA-BISA..an...aja lah
Ariela @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 11:31 WIB
ya Allah, smg hal ini tidak terjadi pada bayi2 hamba...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile24
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS