Zimbabwe
Mugabe Paksakan Bentuk Pemerintahan Baru
Kamis, 28 Agustus 2008 | 07:22 WIB

HARARE, KAMIS - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, Rabu (27/8), bertekad membentuk sebuah pemerintah baru sekalipun oposisi utama Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC) menolak bergabung. Sejauh ini perundingan pembagian kekuasaan antara Mugabe dan MDC belum mencapai kesepakatan.

Harian pemerintah The Herald, Rabu, menulis, Mugabe rupanya tak sabar menunggu hasil perundingan pembagian kekuasaan yang sudah berlangsung sebulan ini dan belum terlihat akan berhasil. Mugabe dan Pemimpin MDC Morgan Tsvangirai berunding membentuk sebuah pemerintahan bersama guna mengakhiri konflik politik di negara itu seusai pemilu bulan Maret.

”Kami akan segera membentuk sebuah pemerintah. MDC rupanya tidak mau bergabung,” ujar Mugabe di depan para pejabat pemerintah, Selasa, seusai membuka persidangan parlemen. Mugabe merasa MDC tak berniat bergabung. Ini terlihat dari alotnya perundingan pembagian kekuasaan di Zimbabwe.

Meski demikian, Mugabe menegaskan masih berharap akan dicapai kesepakatan dalam perundingan pembagian kekuasaan. Perundingan ini dimediasi oleh Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki.

Dua faksi oposisi di parlemen, Rabu, mengatakan, mereka tidak akan ambil bagian dalam pemerintah yang dibentuk oleh Mugabe sebelum perundingan pembagian kekuasaan selesai.

Pihak MDC menyebut niat Mugabe membentuk sebuah pemerintah tanpa memedulikan oposisi sebagai ”sebuah pernyataan perang terhadap rakyat”. MDC meraih 100 kursi parlemen, sementara ZANU-PF pimpinan Mugabe memperoleh 99 kursi.

”Sangat jelas kalau dia (Mugabe) mengumumkan kabinet baru, maka itu merupakan pernyataan perang terhadap rakyat. Anda tidak bisa memiliki sebuah kabinet tanpa sebuah mandat dari rakyat,” kata juru bicara MDC, Nelson Chamisa.(DI)



Sumber : Kompas Cetak
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS