F-PDIP Belum Terima Surat BK Soal Pemecatan Max Moein
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Max Moein, memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/6). BK meminta keterangan Max terkait dengan foto mesra dirinya bersama seorang wanita yang beredar luas.
Video
Kamis, 28 Agustus 2008 | 02:43 WIB

JAKARTA, RABU - Ketua Badan Kehormatan DPR Irsyad Sudiro, dalam sebuah wawancara televisi telah menyatakan rekomendasi BK terkait Max Moein adalah diberhentikan dari keanggotaannya di DPR. Namun, Fraksi PDIP yang membawa Max menjadi anggota legislatif, justru belum menerima surat secara resmi mengenai rekomendasi tersebut.

Sekretaris F-PDIP Ganjar Pranowo mengaku heran, rekomendasi sudah tersebar, tapi pihaknya belum mendapat informasi resmi tentang status anggotanya yang tersandung kasus asusila itu. "Kami belum bisa menindaklanjuti, karena belum ada dokumen resmi yang menyatakan itu (pemberhentian). Saya juga terkejut-kejut kok sudah ke media. Mungkin biar menarik, jadi harus ada yang di show up. Inilah politik," kata Ganjar usai menghadiri Kompas Political Gathering di Jakarta, Rabu (27/8) malam.

Setelah surat rekomendasi secara resmi diterima, F-PDIP baru bisa menentukan bagaimana prosedur pemberhentiannya. Meskipun sejak awal kasus ini merebak, F-PDIP telah menarik Max dari keterlibatannya di sejumlah pansus DPR.

"Kalau surat sudah kita terima, nanti akan disampaikan ke DPP. Tapi apa otomatis BK atau dewan yang memberhentikan atau dikembalikan ke pengusul dalam hal ini partai," ujar Ganjar.

Dalam rapat tertutup pada Senin (25/8) malam lalu, BK telah membuat rekomendasi yang akan disampaikan kepada pimpinan dewan. BK sempat menyatakan bahwa rekomendasi tersebut akan dibacakan pada rapat paripurna Selasa (26/8) kemarin. "Kami berharap di paripurna tapi tidak dimunculkan juga. Mungkin paripurna yang minggu depan," kata dia.


Inggried Dwi Wedhaswary
Nilai 7 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
halim @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 07:24 WIB
Begini inilah bunyi suara partai.Begitu anggotanya kedapatan berbuat yg tidak pantas,mereka pura2 buta dan tuli saja.Padahal kasus anggotanya ini sudah ditayangkan dibeberapa televisi lho.Apa mereka ndak punya tv? Kan tidak mungkin,tapi ya beginilah cara partai2 besar/kecil berkelit.Kok yg gini mesti kita pilih sih?? Di 2009 ini kita mesti pilih partai yg konsisten dan konsekwen membela kebenaran dan anti ketidak jujuran. Apa ada ya??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS