Bosscha Siapkan Teropong Canggih Amati Hilal
Seorang astronom sedang memotret gerhana bulan di Observatorium Bosscha pada dini hari.
Kamis, 28 Agustus 2008 | 00:21 WIB

BANDUNG, RABU - Observatorium Bosscha bentuk enam tim astronom yang akan disebar ke enam titik lokasi untuk memantau kemunculan hilal (bulan baru) sebagai tanda awal bulan suci Ramadhan 1429 H. 

"Tim itu akan melakukan pantauan hilal (awal bulan) pada 30-31 Agustus 2008 mendatang di enam titik, hasilnya akan dilaporkan untuk data menentukan awal Puasa yang akan ditentukan lewat Sidang Isbat," kata Kepala Observatorium Bosscha Lembang, Dr. Taufik Hidayat di Bandung, Rabu (27/8).

Tim dari Observatorium Bosacha yang masing-masing terdiri atas dua astronom dan satu pakar informasi teknologi (IT) itu akan disebar ke enam titik yakni Makassar, Kupang, Tanjung Kodok Jatim, Semarang, Boscha Lembang, dan Banda Aceh. Keterlibatan Observatorium Boscha dalam membantu penetapan awal Ramadan dan Lebaran itu merupakan yang kedua kalinya.

Hasil pengamatan tim Observatorium Bosscha yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan IT itu akan melengkapi data yang akan dipakai dalam Sidang Isbat. Hasil pengamatan juga akan dipancarkan secara langsung melalui streaming di Internet.

"Hasil rekaman pengamatan hilal tim kami akan langsung direkam menggunakan kamera dan menjadi bukti kemunculan hilal sehingga fakta dan datanya valid," kata Taufik Hidayat. Kegiatan pemantauan itu, kata Taufik merupakan kerjasama antara Observatorium Bosscha, Departemen Kominfo, serta Departemen Agama.

Ia menyebutkan, dengan peralatan canggih yang ada, hilal bisa dilihat secara detail. Hasil pengamatan hilal akan langsung dilaporkan secara online melalui perangkat IT dari enam titik pemantauan.

"Penetapan enam titik pengamatan hilal itu untuk mengoptimalkan pemantauan, lebih banyak yang melakukan pengamatan maka makin besar peluang untuk melihat kemunculan hilal sekaligus mengatasi kendala cuaca," kata Taufik.

Lebih lanjut, Kepala Observatorium Bosscha menyebutkan, fenomena kemunculan hilal pada awal Ramadhan tahun ini unik karena iluminasinya hanya 0,5 persen. "Sangat kecil sekali kemungkinannya hilal bisa terlihat karena iluminasinya sangat kecil, butuh teropong yang dilengkapi kamera berkemampuan khusus, alatnya sudah kita siapkan," kata Taufik Hidayat.

Taufik menyebutkan, pemantauan hilal itu cukup rumit karena dilakukan di ufuk sehingga iluminasinya dipastikan dibawah satu persen. "Hasil pengamanan kami hanya memasok data, keputusan awal Ramadhan tetap pada Sidang Isbat," kata Taufik Hidayat menambahkan.


WAH
Sumber : Antara
Nilai 5.8 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
untung lw @ Selasa, 23 September 2008 | 16:53 WIB
Kebersamaan perpuasa dan Ibadah sangat indah
untung lw @ Selasa, 23 September 2008 | 16:53 WIB
Kebersamaan perpuasa dan Ibadah sangat indah
AKL @ Sabtu, 30 Agustus 2008 | 13:27 WIB
Semoga antara NU, Muhammadiah, Persis dan yag lainnya bisa menunjukan rasa persatuan dengan kesepakatan bersama yg di dukung oleh sarana yg memadai, sehingga bisa memulai puasa bersamaan dan mengakhirinya pun bersamaan.... AMIN...
Tatang @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 12:11 WIB
Alhamdulillah , semoga kita bisa menunaikan ibadah puasa bersama-sama tanpa ada lagi perbedaan waktu antar umat yang satu dengan yang lainnya
Tatang @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 12:09 WIB
Alhamdulillah , semoga kita bisa menunaikan ibadah puasa bersama-sama tanpa ada lagi perbedaan waktu antar umat yang satu dengan yang lainnya
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile89
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS