JAKARTA, RABU - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir melihat PAN agak sulit untuk melakukan koalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Golkar. Ada apa?
"Kalau berkoalisi dengan Golkar mereka minta presidennya, juga dengan Demokrat, agak susah kalau seperti itu," ujar Soetrisno sebelum mengikuti debat capres yang diselenggarakan oleh National Press Club di Jakarta, Rabu (27/8).
Menurut Soetrisno, partai yang hendak digandeng atau menggandeng PAN untuk berkoalisi haruslah partai yang memiliki semangat yang sama dengan PAN untuk memberantas korupsi. Namun, PAN tetap butuh berkoalisi apalagi jika UU Pilpres nantinya menentukan syarat 15 persen ke atas. Sementara, belajar dari pengalaman sebelumnya, akibat syarat tersebut, PAN tak dapat memberikan calonnya.
Soetrisno menambahkan, saat ini, PAN belum memiliki sikap soal capres yang akan diusung PAN dalam pilpres mendatang. Ada sejumlah nama, menurut Soetrisno, yang sedang digodok secara internal. "Ada senior seperti Amien Rais, Bambang Dibyo, Abdillah Toha, AM Fatwa. Sedangkan generasi baru ada Zulkifli Hasan, Didik Rachbini, Alvin Lie. Kita akan mengusung kader terbaiknya sehingga nanti perolehan suaranya signifikan untuk mencalonkan karena RUU Pilpres belum selesai," tandas Soetrisno. (LIN)