Paskah Akui Pernah Dipanggil Anwar
Paskah Suzetta, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas.
Video
Rabu, 27 Agustus 2008 | 12:18 WIB

JAKARTA, RABU — Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengakui pernah mendapat panggilan dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution setelah ditemukannya perbedaan perhitungan dalam laporan Bank Indonesia (BI). Kala itu, Paskah masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR periode 1999-2004

Paskah yang ditemui saat menghadiri seminar Pembangunan Angkutan Sungai Terpadu untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional tidak membantah ketika dikonfirmasi hal tersebut. "Tapi saya kan dipanggil, bukan inisiatif saya," ujarnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (27/8).

Namun, Paskah tidak mau mengungkapkan isi pertemuannya dengan Anwar. Dia juga mengelak saat ditanya alasannya melempar tanggung jawab ke mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah. "Tanya saja ke Pak Anwar ya," tuturnya sambil tertawa ringan.

Pada kesaksiannya dalam sidang kasus aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan terdakwa Burhanuddin, Senin (25/8), Anwar Nasution mengatakan telah memanggil Paskah ketika mengetahui ada "masalah" di Bank Indonesia.

Anwar meminta agar Paskah membicarakan hal tersebut dengan Bank Indonesia."Malu kita besok kalau begini. Kamu harus menyelesaikan ini. Dia jawab jika Burhanuddin (mantan gubernur BI)-lah yang harus menyelesaikan persoalan ini. Saya bilang, kalian harus bicarakan ini," kata Anwar.

Namun, Paskah justru melemparkan tanggung jawab itu kepada Burhanuddin sebagai Gubernur BI saat itu. Sementara, pada kesaksian mantan anggota Komisi IX DPR RI Hamka Yandhu pada sidang tiga mantan pejabat BI, Oey Hoey Tiong, Rusli Simanjuntak, dan Burhanuddin, terungkap Paskah menerima uang Rp 1 miliar sebagai uang pelicin amandemen UU BI dan penyelesaian kasus BLBI. Namun, hal tersebut dibantah Paskah. (BOB)


BOB
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
kesya @ Rabu, 27 Agustus 2008 | 13:58 WIB
Untuk pejabat yang memang ternyata udah dapat limpahan dana dari BI.... mendingan ngaku aja. Pejabat yang kayak gituan sih pasti juga nggak akan bertanggung jawab dengan bidang tugasnya.... apalagi kalo ada masalah. Giliran ada yang baik aja sih.... di "aku"in kerjaannya. Payah kerjaan pejabat kita yang kayak gini nih....
koma @ Rabu, 27 Agustus 2008 | 13:22 WIB
pernyataan paskah suzeta mengenai aliran dana BI sangat tidak gentle, apa susahnya bilang "ya saya menerima", atau "tidak, saya tidak menerima" dan nanti dibuktikan di pengadilan. Payah!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1