Akbar: Apa Mau Golkar Dukung Mega?
Lambang PDI-P dan Partai Golkar
Video
Rabu, 27 Agustus 2008 | 11:59 WIB

JAKARTA, RABU-Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan Partai Golkar dan PDI Perjuangan sulit berkoalisi sebelum Pemilu Legislatif 2009. "Apa mau Golkar mendukung Megawati yang telah dicalonkan PDI-P apalagi Golkar menang Pemilu 2004. Dari perhitungan politik sulit berkoalisi," katanya menjawab wartawan di Jakarta, Rabu (27/8).

Akbar mengungkapkan bahwa penjajakan koalisi bisa dilakukan setelah Pemilu Legislatif 2009 ketika sudah dapat diketahui peta kekuatan partai politik dalam mendulang suara rakyat. "Setelah Pemilu relatif lebih mudah mengatur koalisinya," kata mantan Ketua DPR RI ini.

Ia mengatakan, dari "platform" dan visi politik tak ada masalah bagi Partai Golkar dan PDIP untuk berkoalisi karena kedua partai itu memiliki lebih banyak persamaan dibanding perbedaan. Akbar menegaskan bahwa koalisi dalam politik merupakan hal yang wajar untuk menggalang kekuatan.

Wacana koalisi Golkar dengan PDI-P mengemuka dalam acara Silaturahmi Dewan Penasihat (Wanhat) Partai Golkar hari Senin lalu. Acara ini dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla serta pengurus DPP Golkar lainnya, seperti Wakil Ketua Umum Agung Laksono, Ketua DPP Golkar Theo Sambuaga dan Priyo Budi Santoso. Tokoh PDI Perjuangan yang hadir, yaitu Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas, Sekjen PDIP Pramono Anung, Ketua DPP PDI Perjuangan Panda Nababan dan Maruarar Sirait.

Di era Akbar Tandjung, Golkar memberikan dukungan kepada capres PDI-P, Megawati Soekarnoputri, dalam Pemilu Presiden 2004 putaran kedua. Sebelumnya, Golkar dan PDI-P juga bekerjasama di parlemen mendukung pemerintahan Presiden Megawati waktu itu


ROY
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
zikri @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 10:15 WIB
asal bukan mega
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1