JAKARTA, RABU - Kesulitan mencari kader perempuan tetap menjadi kendala parpol. Lebih dari setengah partai politik Pemilu dikembalikan berkas calon anggota legislatifnya karena tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Maraknya artis-artis perempuan yang terjun ke dunia politik ternyata tidak juga menjadi solusi bagi partai-partai kecil.
Partai Amanat Nasional termasuk partai yang dikembalikan berkasnya oleh Komisi Pemilihan Umum. Hal ini diakui oleh Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir sebelum debat calon presiden yang diselenggarakan oleh National Press Club of Indonesia di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (27/8).
PAN baru memenuhi 26 persen syarat keterwakilan perempuan. "Tapi sekarang sudah 28 persen. Kita harapkan akhir September bisa lebih dari 30 persen," ujar Soetrisno.
Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri juga mengakui partainya memang kesulitan mencari kader-kader perempuan. Menurut Sukma, para perempuan kurang berminat. Meski Sukma pencerahan datang dari para artis perempuan yang mau bergabung ke parpol, namun parpolnya tak merasakan itu. "Mereka kan maunya ke partai-partai besar. Yang namanya sudah besar, uangnya banyak," ujar Sukma pada kesempatan yang sama.
Setelah berkas caleg dikembalikan, Sukma mengatakan partainya telah mengupayakan perbaikan semaksimal mungkin. Namun, dirinya mengakui masih menghadapi kesulitan. "Maksimal pun rasanya masih sulit," tandas Sukma.
PAN dan PNI Marhaenisme hanyalah dua dari sekitar 26 partai yang berkasnya dikembalikan karena tidak memenuhi kuota 30 perempuan atau satu perempuan dari tiga orang caleg dalam sistem nomor urut, seperti dituturkan Anggota KPU Bidang Pencalegan Endang Sulastri.