Ribuan Orang Celaka di Jalan
Senin, 25 Agustus 2008 | 08:33 WIB

JAKARTA, SENIN - Dalam lima tahun terakhir, angka kecelakaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi kian meningkat. Korban tewas dan luka mencapai ribuan orang setiap tahunnya. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan.

Hal itu terungkap dari data Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Sejak tahun 2003 hingga 2007, angka kejadian kecelakaan terus meningkat.

Dalam kurun waktu satu semester saja, Januari-Juli 2008, sudah 692 orang tewas, sementara korban luka berat 1.499 orang, dan korban luka ringan 2.641 orang. Adapun jumlah total korban kecelakaan (tewas dan luka) pada 2003-2007 mencapai 26.853 orang.

Kepala Seksi Penyidikan Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Herman Ruswandi mengatakan, mayoritas kecelakaan tersebut diawali dari pelanggaran lalu lintas.

”Pelanggaran lalu lintas selalu menjadi awal dari terjadinya suatu kecelakaan. Jadi, faktor pengendaranya sendiri sejauh ini menjadi pemicu tertinggi,” kata Herman.

Sepeda motor

Kepala Direktorat Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yudi Sushariyanto mengatakan, dalam kecelakaan antara mobil dan sepeda motor, kerap kali mobil yang langsung dianggap bersalah.

”Namun, saya menekankan kepada penyidik untuk tidak langsung berasumsi, mobil yang lebih besar yang selalu salah. Penyidik harus lebih teliti dan obyektif,” kata Yudi.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menunjukkan, sejak tahun 2003 hingga 2007, sepeda motor paling banyak terlibat dalam kecelakaan, yaitu 15.145 sepeda motor, sementara mobil pribadi 8.356 buah, 379 kopaja, 730 metromini, 1.254 taksi, dan 624 mikrolet.

Herman mengatakan, selain faktor pengendara, kecelakaan juga bisa disebabkan faktor kendaraan dan faktor infrastruktur jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sementara itu, jumlah penjualan kendaraan bermotor belakangan ini meningkat. Menurut data PT Astra International, penjualan sepeda motor dalam semester pertama 2008, mulai Januari hingga Juli, mencapai 3.633.079 unit.

Jumlah itu terdiri atas motor Honda 1.684.492 unit, dan non-Astra 1.948.587 unit dengan rincian 1.417.987 (Yamaha), 481.336 (Suzuki), 22.316 (Kawasaki), dan 26.948 (lain-lain). Selama tahun 2007, total penjualan sepeda motor produk Astra dan non-Astra mencapai 4.688.263 unit. Kemungkinan, penjualan motor tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu.


Sarie Febriane
Share on Facebook
Nilai 5.25 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Ricky Kansil @ Senin, 25 Agustus 2008 | 13:37 WIB
Ini semua diawali dengan pelanggaran sistem yang ada. Kita harus berpikir secara mendasar. Untuk mengemudikan kendaraan secara legal kita memerlukan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Seperti kita ketahui untuk urusan SIM ini di Indonesia ibaratnya beli karcis bioskop. Dengan kata lain asal kita ngantri dan bayar, pasti dapat!!! Nah kalau sudah dapat SIM Baru belajar mengemudikan kendaraan!! Hallo Bapak Komisaris Penyidik Polda Metro Jaya, apakah bapak menyadari hal ini?? Ini tanggungjawab kita semua.
Sakura @ Senin, 25 Agustus 2008 | 12:24 WIB
kenapa ya??? JaBoDeTaBek jadi rawan "kematian" gini.... PS untuk pengendara motor: bukankah lebih baik menaati segala aturan yang telah dibuat? truz buat apa kita terbirit2 dijalan? toh kalo jalan pelan yang penting selamat...dan yang pasti gak membahayakan oRg Lain... dengan cara pengendara seperti itu (ugal-ugalan) membuat orang takut untuk menyebrang...bahkan trotoar aj dipake juga?!! Scary...
Punisher @ Senin, 25 Agustus 2008 | 10:49 WIB
Kalau banyak sepeda motor yang mengalami kecelakaan, terutama yg berhubungan dengan pemakai jalan yang lain, banyak disebabkan tindakan indisipliner atau bahkan ugal2an dari pengendara sepeda motor sendiri. Coba perhatikan kalau sepeda2 motor yg menyelip2 diantara kendaraan lain, yang jalan melawan arus, menerobos lampu merah, memotong jalan, tidak memiliki lampu yang memadai. Pantas saja kalau banyak yang celaka.
van janu @ Senin, 25 Agustus 2008 | 09:55 WIB
selain human error ad masalah jalanan yang menyebabkan kecelakaan cth: jalan yang berlobang dan bergelombang...dan lampu jalanan yg tidak terang pada malam hari.
jay @ Senin, 25 Agustus 2008 | 09:25 WIB
kita semua bertanggung jawab untuk megurangi angka kecelakaan di jalan raya. Mari bersadar diri, jangan saling menyerobot tidak karuan, terutama kalau lagi memegang kendali, kendaraan kita bisa jadi alat pembunuh orang lain tapi juga pembunuh diri sendiri. lebih baik kehilangan satu menit dari hidup kita karena lambat daripada kehilangan hidup kita dalam semenit karena mau lebh cepat.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87