Alyssa Soebandono Raba Dada Saat Mandi
Alyssa Soebandono
Senin, 25 Agustus 2008 | 05:13 WIB

JAKARTA, MINGGU - Setiap kali mandi, pesinetron Alyssa Soebandono (16) mengaku kerap meraba bagian dadanya. Eits, jangan berpikir ngeres dulu. Icha--sapaan Alyssa Soebandono--melakukan hal tersebut bukan karena iseng. Justru sebaliknya, Icha sering meraba dadanya untuk mengantisipasi munculnya benjolan aneh pada bagian tubuhnya tersebut. Benjolan aneh yang dimaksud Icha adalah kanker payudara.

"Pas mandi saya selalu memeriksa, melihat dan meraba, ada benjolannya atau enggak," kata Icha saat ditemui di sela-sela acara syukuran ulang tahun kelima Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) di Score! Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (24/8) siang.

Icha hanyalah salah satu dari ratusan remaja putri yang peduli dengan kanker payudara. Untuk mencegah munculnya kanker payudara, selain meraba dadanya saat sedang mandi, Icha juga menjaga pola makanan, hidup sehat yang diimbangi dengan olahraga serta tidur cukup agar tubuh tetap fit dan tidak mudah lelah. Di luar itu Icha sering mengumpulkan informasi tentang kanker payudara sebanyak mungkin lewat media massa.

Pendeteksian dini terhadap munculnya kanker payudara baru dilakukan Icha dengan cara sederhana yaitu meraba. Meski begitu dara berambut panjang yang pernah membintangi sinetron-sinetron Pengantin Remaja, Baby Doll, serta Upik Abu dan Laura ini ingin melakukan pemeriksaan berkala secara medis. "Selama ini hanya check up kesehatan saja," kata Icha.

Setiap bertemu dan berkonsultasi dengan dokter, pengetahuan Icha terhadap penyakit mematikan kedua di Indonesia setelah kanker mulut rahim itu bertambah. "Saya jadi lebih tahu apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya," katanya.

Gadis kelahiran Jakarta 25 Desember 1991 ini sebenarnya takut saat mendengar "hantu" yang bernama kanker payudara itu. "Takut itu sudah pasti. Tapi kalau takut terus tanpa berbuat apa-apa ya sama saja. Lebih baik mencegah sejak dini. Yang sederhana ya meraba tadi," kata Icha seraya mengikuti saran ahli kanker payudara dr Sutjipto untuk "sadari".

Program "sadari" merupakan pendeteksian kanker payudara sejak dini oleh diri sendiri dengan cara melakukan pemijatan ringan di sekitar payudara. (Warta Kota)


KIN
Sumber : Warta Kota
Share on Facebook
Nilai 5.3 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
yuna @ Senin, 25 Agustus 2008 | 14:47 WIB
yupz, thx bwt informasnya.trzkan utk peduli pd kshtan,mmpung msi dini.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
104