Mulai Senin, Elpiji Naik Rp500 per Kilogram
Ratusan warga antre membeli elpiji di salah satu agen di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (10/6). Hampir selama dua pekan, warga Palembang sulit memperoleh elpiji karena lonjakan pembelian. Agar merata, agen membatasi penjualan maksimal dua tabung elpiji per orang.
Minggu, 24 Agustus 2008 | 06:14 WIB

JAKARTA, MINGGU - PT Pertamina (Persero) terhitung mulai Senin (25/8) kembali menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg dan 50 kg.
     
Kepala Humas Pertamina Wisnuntoro di Jakarta, mengatakan, harga jual elpiji kemasan 12 kg naik 9,5 persen dari Rp5.250 per kg menjadi Rp5.750 per kg.
     
"Dengan demikian, harga per tabung naik dari Rp63.000 menjadi
Rp69.000," katanya. Sebelumnya, per 1 Juli 2008, harga elpiji 12 kg naik dari Rp51.000 menjadi Rp63.000 per tabung atau dari Rp4.250 menjadi Rp5.250 per kg.
     
Pertamina juga berencana menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp500 per bulan sampai harga keekonomian yang sekarang mencapai Rp11.400 per kg.
     
Sedangkan harga jual elpiji kemasan 50 kg, Pertamina mengurangi diskon dari sebelumnya 15 persen menjadi 10 persen atau dari harga Rp6.878 per kg menjadi Rp7.255 per kg.
     
Sehingga, harga elpiji kemasan 50 kg per 25 Agustus 2008 akan naik dari Rp343.900 per tabung menjadi Rp362.750 per tabung.
     
"Pertamina juga akan mengurangi diskon elpiji kemasan 50 kg secara bertahap hingga mencapai harga keekonomiannya," katanya.
     
Untuk harga jual elpiji bersubsidi yakni tabung tiga kg, lanjutnya, tetap Rp4.250 per kg atau Rp12.750 per tabung.
     
Menurut Wisnuntoro, kenaikan harga jual elpiji tersebut perlu
dilakukan karena Pertamina masih menanggung kerugian dalam bisnis elpiji.
     
Untuk tahun 2008, harga rata-rata elpiji di pasar internasional dengan mengacu CP Aramco adalah 858 dolar per metrik ton atau harga keekonomian Rp11.400 per kg.
     
"Dengan kenaikan sekarang pun, Pertamina masih rugi dalam penjualan elpiji 12 kg dan 50 kg sebesar Rp6,5 triliun per tahun," katanya.
     
Wisnuntoro juga menambahkan, stok elpiji saat ini cukup aman yakni mencapai 76.780 metrik ton atau memenuhi kebutuhan nasional selama 17 hari.


ABI
Sumber : Ant
Share on Facebook
Nilai 6.5 A A A
Ada 11 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
niken @ Sabtu, 30 Mei 2009 | 15:02 WIB
norak banget tuh pertamina, jangan gedeein untung buat diri sendiri dong! Siapa bilang situ rugi, pegawai pertamina kan makmur-marmur.
tommy @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 03:55 WIB
apa sih bedanya kenaikan bbm dan elpiji. adakah yang dapat memberikan jawaban.
lookey @ Senin, 25 Agustus 2008 | 12:05 WIB
Selamat buat Pertamina yang telah sukes menyengsarakan rakyat Indonesia. "KITA UNTUNG BANGSA UNTUNG", Kita loe kali gue enggak. (kt. ruben)
BAGAS @ Senin, 25 Agustus 2008 | 11:33 WIB
Uang rakyat ga boleh dinikmati oleh rakyat. Yang boleh menikmati uang rakyat cuma: Pertamina, Menteri ESDM
Orang Gila @ Minggu, 24 Agustus 2008 | 22:45 WIB
Terima kasih Pertamina.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16