BEIJING, SABTU - Cabang tinju Olimpiade Beijing 2008 benar-benar dalam ancaman, setelah banyak tuduhan dan kecurigaan adanya penyuapan dan manipulasi dalam sistem penjurian. Tuduhan itu makin ramai Sabtu (23/8), setelah serangkaian perselisihan dan protes tentang penilaian pertandingan tinju.
Sementara itu, asosiasi tinju internasional (AIBA), kemudian menghukum pejabatnya dari Rumania, Rudel Obreja, setelah dia mengadakan temu pers. Kepada waratawan dia mengatakan, ada beberapa pejabat senior di AIBA yang terlibat dalam manipulasi dan penyuapan.
AIBA mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir memang ada indikasi manipulasi. Hal itu sudah diserahkan kepada tim investigasi komite olimpiade internasional (IOC). Dalam temu pers Jumat (22/8), delegasi teknis AIBA, Terry Smith, dicecar wartawan tentang serangkaian penilaian kontroversial di cabang tinju Olimpiade Beijing.
Smith menegaskan, tak ada penyuapan di cabang tinju dan semua penilaian sudah dilakukan dengan sistem, meski ada kemungkinan sistem itu sendiri ada sedikit ketidaksempurnaan. "Saya sangat yakin betul bahwa tak ada penyelewengan dalam penjurian tinju," tegasnya.
Dia juga membantah keterangan Obreja tentang adanya manipulasi, juga penyuapan pada pemilihan presiden AIBA, 2006 lalu. Sementara itu Presiden AIBA dari Taiwan, Wu Ching-kuo, juga membantah adanya manipulasi dan penyuapan, meski mengakui bahwa sistem penjurian ada sedikit kekuarangan.
"Anda bisa lihat sendiri dari turnamen ini, betapa kami telah melakukan perbaikan dalam level penjurian. Kami bahkan melakukan pendidikan dan latihan baru untuk mencapai level penjurian yang terbaik. Tak ada penyuapan atau manipulasi. Yang ada sistem penjurian lebih baik," tegasnya, Sabtu (23/8).
Dalam temu pers yang dilakukan Obreja, Jumat, berakhir dengan kekacauan, ketika Sekretaris Jenderal AIBA, Ho Kim, melakukan interupsi.
Beberapa kontroversi dan perdebatan memang sempat mewarnai pertandingan tinju, karena tak puas dengan hasil penjurian. Petinju Prancis, Alexis Vastine sempat teriak, ketika dia dinyatakan kalah oleh petinju Dominika, Felix Diaz, di pertandingan semifinal kelas welter ringan. Dia merasa unggul nilai, apalagi Diaz sebelumnya terkena hukuman dua poin.
"Kemenanganku telah dirampok. Aku tak menyangka hal seperti itu bisa terjadi di Olimpiade," sesal Vastine.
Banyak kasus lain. Di kelas terbang ringan, petinju Irlandia Paddy Barnes malah tak mendapatkan satu nilai pun saat melawan Zou Shiming dari China. Skornya 15-0. Sementara petinju kelas berat ringan asal Aljazair, Ouatah Newfel, dieliminasi secara kontroversial pada babak perempat final. Keputusan itu melancarkan jalan petinju China, Zhang Zhilei, ke babak berikutnya. Di semifinal, Zhang menang WO, setelah petinju Ukraina, Vyacheslav Glazkov, mundur karena di saat terakhir cedera siku.
Namun, menurut Smith, tak ada kesalahan atau manipulasi di cabang tinju. Dia juga kembali menegaskan, tuduhan Obreja tentang adanya kemungkinan penyuapan dan manipulasi, sama sekali salah. (AP)