KPK Masih Lakukan Tebang Pilih
Massa Prodem melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemerintah segera menuntaskan kasus skandal BLBI.
Rabu, 20 Agustus 2008 | 13:45 WIB

JAKARTA, RABU-Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terlihat enggan dalam mengusut tuntas skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sebaliknya, KPK hanya mengurus hal-hal kecil seperti pungutan liar, dan menggeledah kantor Bea dan Cukai.  

 

Hal ini disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI Marwan Batubara pada seminar Tindak Lanjut Vonis Artalyta: KPK Harus Usut Kasus BLBI I dan II di Wisma Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (20/8). "KPK terlihat seperti membentengi diri. KPK melakukan tebang pilih dalam pemberantasan korupsi dan tidak fokus," katanya.  

 

Menurut Marwan, KPK dapat mengambil alih kasus BLBI karena dalam pasal 8 ayat 2 UU No.30/2002, KPK berwenang mengambil alih penyidikan atau penuntutan terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan kepolisian atau kejaksaan.  

 

Untuk mendesak KPK mengambil alih kasus BLBI, Marwan sejumlah rekannya akan segera melakukan audiensi ke KPK dan melakukan deklarasi. "Dengan diambil alih KPK, semoga kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan, dan uang negara bisa diselamatkan demi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang," katanya. (HIN)  

 

 


HIN
Share on Facebook
Nilai 8 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Yusuf @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 17:41 WIB
kalo memang KPK tidak lagi dipercaya, buat lagi komisi yang lebih tinggi dengan nama....Komisi Spesialis KPK tugasnya mengawasi KPK.......
Pelu. @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 15:36 WIB
Ini susahnya KPK, kalau nunggu yang 'besar' aja, yang "kecil" gak diusut, bisa berabe, kalau mau dua2nya apa daya "tangan tak sampai". Mohon dimaklumi deh.
Agust Hary @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 14:24 WIB
Bagaimanapun juga kita tetap acungkan jempol untuk kerja keras KPK. Memerangi korupsi bekan masalah sepele apalagi koruosi di Indonesia sudah melembaga dan dilakukan dengan berjamaah. Masalahnya kita kurang sabar dan kepenginnya korupsi cepat tuntas secara instant Suatu saat korupsi kelas kakap juga kena dan di hukum seberat beratnya. Jadi ya sabaaar saja
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1