Ryan Membunuh, Dua Dibui
Sejumlah penggali kuburan dan petugas dari Polda Jatim mengangkat jenazah tambahan yang baru ditemukan setelah pengakuan Ryan usai istirahat di TKP V, Senin (28/7). Jenazah itu adalah korban pembunuhan yang dilakukan Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembeleng, Kabupaten Jombang, Jatim.
Video
Rabu, 20 Agustus 2008 | 09:45 WIB

JAKARTA, RABU — Very Idam Henyansah alias Ryan (30) mengakui mayat Mr X yang ditemukan di belakang rumah orangtuanya pada 28 Juli 2008 bernama Moh Ansori (24). Korban dibunuh Ryan sekitar September 2007.

Namun, polisi berpendapat, Moh Ansori yang diakui Ryan itu mayatnya ditemukan di kebun tebu sekitar 35 kilometer dari rumah Ryan. Pembunuhnya adalah Hambali alias Kemat (26) dan Devid Eko Priyanto (17), keduanya warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak. Mereka masing-masing divonis 17 tahun dan 12 tahun penjara.

Meski demikian, Ryan ngotot bahwa Mr X adalah Moh Ansori yang biasa dipanggil dengan sebutan Aldo, warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang. Aldo adalah pemilik Salon Ayu di desa itu.

Pengakuan Ryan ini disampaikan kepada keluarga yang membesuknya. ”Dia mengaku membunuh Aldo karena jengkel dilecehkan,” kata sumber di keluarga Ryan yang menolak namanya dicantumkan.

”Ryan mengaku, Aldo bilang begini kepada Ryan, ’Piro sih kencan ambek koen iku. Engko tak bayar’ (Berapa sih untuk kencan dengan kamu. Nanti saya bayar). Karena merasa tersinggung, Ryan lalu membunuh Aldo,” ungkap sumber tersebut.

Sumber itu mengatakan, Ryan merasa dilecehkan karena Aldo itu jelek dan Ryan tak menyukainya. ”Ryan bilang Aldo itu sudah pendek, hitam, tapi sok gaya. Ryan bilang, ’yang ganteng-ganteng banyak yang mau kencan sama aku, mana mau aku sama dia. Aku bunuh saja dia,” kata Ryan ditirukan sumber tadi.

Sumber itu melanjutkan, kemungkinan besar pengakuan Ryan tersebut hanya diutarakan kepada dirinya dan belum diungkapkan kepada polisi. Lebih-lebih, berdasarkan penyelidikan polisi Jombang, mayat Asrori dianggap sudah ditemukan di kebun tebu pada 29 September 2007. Bahkan, dua dari tiga terdakwa pembunuhnya sudah divonis penjara. Satu terdakwa lagi, Sugianto alias Sugik, juga warga Desa Kalangsemanding, sekarang masih dalam proses hukum. Selasa (19/ 8) kemarin, berkasnya dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang kepada Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Kepala Satuan Reskrim Polres Jombang AKP Kasyanto membantah pengakuan Ryan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa petang, Kasyanto mengatakan, pengakuan itu tidak benar, itu hanya upaya untuk mengelabui polisi. ”Kita tidak menemukan kecocokan seperti yang diucapkan Ryan, informasi itu tidak benar,” kata Kasyanto.   

Belum dengar

Kakak kandung Asrori, Agung, belum mendengar bahwa Ryan mengaku membunuh adiknya, Asrori. ”Saya baru mendengar dari sampeyan,” kata Agung, Selasa (19/8) sore.

Ketika disinggung apakah Asrori kerap disapa Aldo, Agung mengaku tidak tahu. Agung belum mengambil sikap jika ternyata Asrori alias Aldo itu adalah adiknya. Sebelumnya, mayat Asrori dinyatakan berada di kebun tebu Desa/Kecamatan Bandarkedungmulya, Jombang, akhir September lalu.

Agung meragukan pengakuan Ryan tersebut. Sebab, berdasarkan identifikasi pihak keluarga, mayat yang ditemukan di kebun tebu tersebut memang mayat Asrori.

Kapolres Jombang Mohammat Khosim bahkan memastikan mayat Mr X yang ditemukan di pekarangan belakang rumah orangtua Ryan bukan mayat Asrori. Sebab, mayat Asrori sudah ditemukan dan diidentifikasi oleh keluarganya. Selain itu, kondisi mayat Mr X sendiri sudah tinggal tulang-belulang sehingga berdasarkan pemeriksaan ahli forensik dipastikan mayat itu dikubur tahun 2006.

”Padahal mayat Asrori ditemukan 29 September 2007 atau sekitar tiga hari setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya. Dua pelaku juga sudah divonis, sedangkan satu lagi masih menjalani proses hukum,” jelas Khosim. Seandainya Asrori dibunuh Ryan, kata Kapolres, mayatnya tentu tidak tinggal tulang-belulang, melainkan masih ada daging meskipun sudah hancur dan membusuk.

”Mayat-mayat korban Ryan rata-rata dibunuh tahun 2007. Mayat-mayat itu umumnya masih ada dagingnya. Bahkan, Zaki masih cukup utuh, termasuk celana dan sabuknya juga masih utuh,” kata Khosim.



Share on Facebook
Nilai 6.33 A A A
Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dika @ Selasa, 26 Agustus 2008 | 15:48 WIB
mangkanya coy kalau kerja kudu teliti jangan asal DOANKKKKKKK.........
Hadi @ Sabtu, 23 Agustus 2008 | 19:48 WIB
Selamat bekerja Polisi Indonesia! Ingat Tidak Ada kejahatan yang sempurna dan Tidak ada kebohongan yang Abadi! Jangan Sia-siakan Kepercayaan Rakyat. Bagi Aparatur yg tidak profesional mundur!
sinban @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 10:56 WIB
namanya juga bos..pol,wajar dong salah tanggkap. itukan tugas nya dia,nangakap orang yang ngga bersalah
Albert @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 09:07 WIB
Tolong segera diproses dan jangan lama lama untuk ambil keputusan bagi Riyan jgn dilihat dari ada perubahan mau ibadah tapi review lagi berapa korban jiwa yang dia bunuh. ayo berdirilah pada huklum agar stiap orang yang berbuat sesuka hati dia punya rasa takut Hukum lah Ryan sesuai perbuatannya "Apa yang dia buat harus dipertanggungjawabkan" Jangan beri kesempatan untuk dia senang diatas penderitaan orang lain
kinay @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 00:11 WIB
Ini jadi bukti kalo polisi hanya ingin ada orang yang dihukum sebagai pembunuh, bukan mencari pelaku pembunuhan sesungguhnya, biar perkara cepat selesai. sekedar ingin memenuhi tuntutan "keadilan" rakyat bahwa pembunuh harus ditmukan dan dihukum
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
58