Tak Perlu Donor Darah jika Sel Induk Embrionik Jadi Solusi
Rabu, 20 Agustus 2008 | 08:29 WIB

NEW YORK, RABU — Beberapa ilmuwan menemukan sebuah cara yang efisien untuk memproduksi sel darah merah dari sel induk embrionik manusia. Penemuan ini memungkinkan diproduksinya suplai tranfusi darah di bank darah.

Hasil riset itu diterbitkan online oleh  jurnal Blood dan dilaporkan oleh beberapa ilmuwan di Advanced Cell Technology, Worcester, Massachusetts, University of Illinois di Chicago, serta Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

Penemuan yang membuka peluang produksi suplai sel darah merah dalam jumlah tanpa batas ini merupakan gebrakan besar dalam mengatasi kasus kekurangan donor darah. Sel darah merah merupakan komponen penting darah yang berfungsi mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Beberapa periset menjelaskan, sel darah merah yang mereka produksi berkarakteristik sama dengan sel darah merah pada uji laboratorium. Hasil riset ini mengisyaratkan bahwa sel induk embrionik di masa mendatang dapat memproduksi suplai transfusi sel darah merah golongan O.
  
Mohandas Narla, Direktur Lindsley F Kimball Research Institute di New York Blood Center, menyebut penemuan tersebut sebagai "awal kemajuan besar". Namun, beberapa pakar menyebutkan masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab dari penemuan itu.

Masalah penting yang harus dipertimbangkan adalah apakah proses laboratorium yang rumit dapat memompa keluar sel darah merah dalam skala besar dan bertahan cukup lama di dalam tubuh manusia. Sel darah merah alami rata-rata dapat bertahan dalam sirkulasi di tubuh manusia selama 120 hari.


JIM
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 9 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
benni @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 09:59 WIB
keren banget dah... ini berita bagus buat manusia berdarah O macam gw ini...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
97