BEIJING, SENIN - Hanya 10 dari sekitar 10.500 atlet yang bertanding di Olimpiade Beijing 2008, secara terbuka mengaku diri mereka adalah homoseks. Hal ini berdasar sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah situs gay.
Bisa jadi jumlahnya lebih besar daripada itu. Alasan mereka untuk tidak mengaku secara terbuka bahwa mereka gay pun beragam. Beberapa atlet khawatir pengakuan secara terbuka akan membuat mereka dikucilkan para penggemar mau pun rekan-rekan tim mereka. Sebagian lagi khawatir pengakuan ini akan berpengaruh kepada kontrak mereka. Hal ini diungkapkan oleh situs outsports.com.
Sembilan dari atlet gay yang disebut Outsports adalah atlet lesbian yang berasal dari olahraga anggar hingga balap sepeda. Hanya seorang atlet pria dari Australia, peloncat indah Matthew Mitcham yang mengaku dirinya seorang gay.
Outsports sendiri menyebut kalau mau jujur, angka itu bisa mencapai sekitar 1000 atlet. "Seperti kita ketahui ada atlet dayung mau pun bulu tangkis yang oleh lingkungannya dikenal sebagai gay, namun ia tidak dikenal dalam konteks publik," demikian outsports.
Outsports juga mengakui ada kekhawatiran atlet terhadap risiko yang akan mereka hadapi bila mengakui kondisi mereka secara terbuka, seperti yang terjadi pada kasus petenis Martina Navratilova serta Amelie Mauresmo.
Hal ini diakui oleh Eli Portnoy dari perusahaan konsultan branding AS. Menurutnya, para produsen masih khawatir menggunakan atlet gay. Ia menunjuk kasus peloncat indah AS, Greg Louganis yang kehilangan banyak kontrak setelah ia mengaku sebagai gay.
Sementara peloncat indah Australia, Mitcham mengaku ia ia hanya ingin dikenal sebagai atlet yang sukses dan mengatakan masalah dirinya seorang gay bukan masalah besar. "Justru orang lain yang mempersoalkan masalah homoseksualitas dengan keberhasilan di dunia olaharga."