Markis/Hendra Sabet Emas Pertama untuk Indonesia
Markis Kido (kiri) dan Hendra Setiawan
Sabtu, 16 Agustus 2008 | 22:09 WIB

BEIJING, SABTU - Ganda putra nomor satu Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, mempersembahkan emas pertama bagi kontingen Merah-putih di Olimpiade Beijing 2008. Pada partai final, Sabtu (16/8), mereka menang rubber set 12-21, 21-11, 21-16 atas pasangan China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Dengan demikian, Indonesia sanggup mempertahankan tradisi emas dari cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade. Pasalnya, dari cabang inilah Indonesia selalu mendulang emas pada pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Keberhasilan Markis/Hendra tentu saja bisa mengobati kekecewaan publik Indonesia setelah di nomor tunggal putra, tak ada satu pun wakil yang bisa menyabet medali. Hanya di tunggal putri Indonesia bisa meraih perunggu lewat Maria Kristin.

Indonesia masih berpeluang menambah satu medali emas dan perunggu. Karena, di nomor ganda campuran masih ada wakil, yakni pasangan Nova Widianto dan Lilyana Natsir yang menembus partai final, serta Flandy Limpele dan Vita Marissa yang akan bertarung memperebutkan medali perunggu. (LOU)


LOU
Share on Facebook
Nilai 4.98 A A A
Ada 56 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
fersi @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 10:01 WIB
MAJU terus, Markos n Hendrawan. Kami bangga dan salut pada kalian berdua.
Lou @ Minggu, 17 Agustus 2008 | 22:46 WIB
Aku bangga banget ama Indo!!! bener-bener salut buat Kido n Hendrawan, You gave the best present for Proclamation of our country!!!
Rohmat Fatahilah @ Minggu, 17 Agustus 2008 | 19:58 WIB
Waahh...HEBAT..!!!HEBAT..!!! Bisa UNJUK GIGI di Olompiade..!! Pertahankan Terus Tradisi Emas di BULUTANGKIS..!!! SELAMAT buat MARKIS / KIDO...!!!
Leste @ Minggu, 17 Agustus 2008 | 19:41 WIB
Obrigado Barak, maju terus.
Leste @ Minggu, 17 Agustus 2008 | 19:41 WIB
Obrigado Barak, maju terus.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
34