KENDARI, RABU - Pemprov Sultra menyiapkan sebanyak 100 TKI sebagai tenaga perawat yang akan ditempatkan di Rumah Sakit dan Panti Jompo di Negara Jepang.
Wakil Kepala Dinas Nakertrans Sultra, Ir Abdul Salam di Kendari, Rabu, mengatakan, Pemprov Sultra melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) mempersiapkan para TKI ini melalui kerjasama dengan Hikari Jeindo --salah satu pusat pelatihan bahasa Jepang di Kendari-- untuk melatih para calon TKI berbahasa Jepang dengan baik dan benar.
Persyaratan lain yang harus dipenuhi calon perawat di antaranya pendidikan minimal sarjana strata satu (S1) atau diploma tiga (D3) kesehatan, sehat dan tidak cacat serta harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan.
"Persiapan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaaan Jepang yang membutuhkan tenaga perawat asal Indonesia dan rencananya para TKI itu akan diberangkatkan ke Jepang pada tahun 2009 yang akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo," ujarnya.
Ia mengatakan, persiapan tersebut dilakukan lebih cepat agar para calon TKI yang akan diberangkatkan bisa berbahasa Jepang yang fasih dan menguasai pola serta perilaku hidup di Jepang.
Selain itu, kata dia, pihakya juga melakukan pembinaan mental terhadap calon TKI itu agar tidak melanggar aturan yang telah disepakati dalam kerjasama antarnegara, sehingga tidak merusak citra TKI asal Sulawesi.
"Sejak tahun 2005 hingga 2008, pihak industri Jepang tidak lagi menerima TKI asal Sulawesi, karena ada sejumlah TKI yang pindah kerja ke tempat lain, padahal kontrak kerjanya belum berakhir," ujarnya.
"Adanya permintaaan tenaga perawat tersebut adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik agar citra buruk TKI asal Sulawesi bisa dipulihkan," tambahnya.