470 Mahasiswa SETIA Masih Bertahan di DPR
Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA) masih mengungsi di Gedung DPR RI, Jakarta. Di halaman gedung mereka berdoa dan melakukan renungan, Rabu (30/7).
Kamis, 31 Juli 2008 | 21:35 WIB

JAKARTA, KAMIS - 470 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (Setia) dan 15 staf hingga malam ini (Kamis, 31/7), tetap memilih bertahan di areal gedung DPR/MPR. Hal ini akan terus dilakukan jika Pemerintah bersikeras untuk merelokasi kampus Setia yang berada di Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur. "Kami tidak akan terjebak. Kami tidak mau direlokasi," kata Humas Setia Bayu Kusuma, Kamis malam.

Menurut Bayu pihak Setia menolak direlokasi karena mereka sudah memiliki lahan dan sistem di kawasan tersebut. "Jika direlokasi, kami harus memulai semuanya dari nol," kata Bayu.

Masih menurut Bayu, pihaknya telah berbicara dengan Ketua DPR Agung Laksono dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Gayus Lumbuun. Kedua pejabat tersebut pun bersedia untuk membantu.

Saat ini ratusan mahasiswa tersebut ditempatkan di gedung lapangan Badminton yang berada di belakang gedung wakil rakyat. Kebanyakan dari mereka mengisi waktu dengan duduk serta mengobrol di bangunan yang berukuran kira-kira 20x20 meter.


C9 08
Share on Facebook
Nilai 5.5 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
slemerselone @ Senin, 1 September 2008 | 11:16 WIB
Relokasi atau apalah ...terima saja asal kalian pergi dari kampung Pulo Tapi igat "Dimana Bumi dipijak disitulah langit dijunjung " Nampaknya kata2 ini harus kalian pahami dimanapun kalian berada. Camkan itu.....
roy pratomo @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 00:54 WIB
ini resiko jadi minoritas, terima saja relokasi, mungkin ada harapan baru disana. jangan terikat kepada tanah
Shony @ Kamis, 31 Juli 2008 | 21:44 WIB
Adakah dari bangsa ini yang peduli nasib mereka?Malah yang ada, justru mengusir mereka dari tanah Indonesia, tanah leluhurnya, Memprihatinkan!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87