Warga Tetap Minta Kampus Setia Pindah
Kamis, 31 Juli 2008 | 20:28 WIB

Laporan Wartawan Kompas Adithya Ramadhan

JAKARTA, KAMIS - Warga Kampung Pulo, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur tetap menghendaki agar kampus Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (Setia) dan asrama mahasiswanya pindah dari Kampung Pulo. Alasannya, warga makin merasa terganggu dengan aktivitas mahasiswa Setia yang dari tahun ke tahun semakin bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Risman Hadi, juru bicara warga Kampung Pulo saat jumpa pers di Gedung Sasana Krida Karang Taruna Pinang Ranti, Kamis (31/7).

Risman menegaskan,"tidak ada unsur SARA dalam peristiwa di Kampung Pulo pada Jumat (25/7) lalu. Kami pun tidak anti perbedaan. Kejadian ini murni penolakan masyarakat terhadap keberadaan Setia."

Ketua RW 04 Pinang Ranti, Sapri (52), menambahkan, selama ini jumlah dan asal mahasiswa Setia tidak pernah dilaporkan kepada RW. "Saya pernah minta pihak kampus untuk memberitahu data berapa mahasiswa yang ada di asrama sekaligus salinan KTP-nya tapi sampai sekarang belum ada," kata Sapri.

Dihubungi terpisah, tim pembela mahasiswa Setia Paskalis Pieter, mengatakan, secepatnya Pemerintah harus bertindak tegas dengan menyelamatkan proses belajar mengajar sekitar 1.600 mahasiswa Setia. Mahasiswa harus dikembalikan ke kampusnya. "Saat ini mahasiswa Setia masih berada di DPR dan sedang melangsungkan ujian negara. Kalau Pemerintah tidak bertindak tegas bagaimana masyarakat akan menilai pemerintahnya," kata Paskalis.

 


Adithya Ramadhan
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
jump @ Rabu, 24 Desember 2008 | 20:10 WIB
kalau memang warga menolak, knp kampus setia ngotot? bisalah cari lokasi yang benar2 kondusif untuk belajar. introspeksi diri jalan terbaik. bukankah kristus mengajarkan tentang kerendahan hati?
vivin @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 20:21 WIB
kpan indonesia bs maju euy.. dimana toleransi umat bragama?? negara indonesia smakin lama,semakin tdk aman.. kekerasan no.1
ryari @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 19:27 WIB
Bukankah negara kita negara hukum ? Berarti mahasiswa SETIA punya hak dasar untuk tetap melanjutkan pendidikan mereka! Kenapa warga sekitar jadi sewot? Kalau mau daftar bilang dong...
ter_aniya @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 14:33 WIB
Negara apa ini, mau sekolah aja diusir????
igor @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 10:03 WIB
Sebaiknya secepatnya kampus tersebut di relokasi. Karena hubungan masyarakat dg kampus sudah sulit utk di satukan lagi karena berlangsung sudah lama.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87