Laporan Wartawan Kompas Adithya Ramadhan
JAKARTA, KAMIS - Warga Kampung Pulo, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur tetap menghendaki agar kampus Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (Setia) dan asrama mahasiswanya pindah dari Kampung Pulo. Alasannya, warga makin merasa terganggu dengan aktivitas mahasiswa Setia yang dari tahun ke tahun semakin bertambah.
Hal tersebut diungkapkan Risman Hadi, juru bicara warga Kampung Pulo saat jumpa pers di Gedung Sasana Krida Karang Taruna Pinang Ranti, Kamis (31/7).
Risman menegaskan,"tidak ada unsur SARA dalam peristiwa di Kampung Pulo pada Jumat (25/7) lalu. Kami pun tidak anti perbedaan. Kejadian ini murni penolakan masyarakat terhadap keberadaan Setia."
Ketua RW 04 Pinang Ranti, Sapri (52), menambahkan, selama ini jumlah dan asal mahasiswa Setia tidak pernah dilaporkan kepada RW. "Saya pernah minta pihak kampus untuk memberitahu data berapa mahasiswa yang ada di asrama sekaligus salinan KTP-nya tapi sampai sekarang belum ada," kata Sapri.
Dihubungi terpisah, tim pembela mahasiswa Setia Paskalis Pieter, mengatakan, secepatnya Pemerintah harus bertindak tegas dengan menyelamatkan proses belajar mengajar sekitar 1.600 mahasiswa Setia. Mahasiswa harus dikembalikan ke kampusnya. "Saat ini mahasiswa Setia masih berada di DPR dan sedang melangsungkan ujian negara. Kalau Pemerintah tidak bertindak tegas bagaimana masyarakat akan menilai pemerintahnya," kata Paskalis.