Iklan Terus, Soetrisno Bachir Masih Kalah Populer dari Amien Rais
Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir, menyapa para kader dan simpatisan di Tumengguang Indoor Sport Hall, Batam, Minggu (16/3) lalu.
Kamis, 31 Juli 2008 | 12:03 WIB

JAKARTA, KAMIS - Iklan berslogan "Hidup adalah Perbuatan" yang berseliweran di media, ternyata tak berdampak besar terhadap popularitas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir. Buktinya, survei Indonesian Research and Development Institute (IRDI) menunjukkan, 58,23 persen dari 2.600 responden masih menganggap Amien Rais sebagai Ketua Umum PAN.

Dalam daftar pertanyaan "Siapa Ketua Umum PAN?", Soetrisno Bachir hanya memperoleh angka 24,96 persen, tak mencapai seperempat responden. Namun, Soetrisno masih boleh tenang sebab hal yang sama juga terjadi pada partai lain.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring pun ternyata tak terlalu dikenal sebagai pimpinan puncak partai. Hanya 10,15 persen responden yang mengetahui Tifatul adalah Presiden PKS. 60,88 persen responden justru mengetahui Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden PKS.

Untuk PPP dan Demokrat juga terjadi hal yang sama. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (9,88 persen) dan Ketua Umum Demokrat Hadi Utomo (10,58 persen) kalah populer dibandingkan Hamzah Haz dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebanyak 62,15 persen responden menganggap Hamzah Haz sebagai Ketum PPP dan 67,65 persen menganggap SBY sebagai Ketum Partai Demokrat.

"Bicara Demokrat, ternyata Presiden kita itu justru dianggap sebagai ketua partai. Hal ini menunjukkan bahwa figur itu lebih kuat dan pencitraan ketua partai belum terlalu sampai di masyarakat," kata Project Manager IRDI Hasan Nasbi di Jakarta, Kamis (31/7).

Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Umum PDI-P boleh berbangga hati. Keduanya masih dikenal sebagai ketua umum partainya. Mega meraih 80,58 persen, dan JK 43,58 persen. Uniknya, 36,73 persen responden masih mengenal Akbar Tandjung sebagai Ketua Umum Partai Golkar. "Jadi, yang paling dikenal sebenarnya hanya Ketua Umum PDI-P," kata Hasan. (ING)


ING
Share on Facebook
Nilai 6 A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Andy @ Senin, 8 September 2008 | 11:13 WIB
sekarang udah ketauan kan belangnya, para politikus seperti SB cuma pengen kedudukan aja, sama sekali gk mikirin rakyat..begitu dah dapet posisi yang enak, tinggal nguras duit negara aja buat balikin modal bikin iklan2 gk penting...
riza gatayu @ Kamis, 7 Agustus 2008 | 17:20 WIB
Seandainya biaya iklan Pak Bachir digunakan untuk kegiatan memberdayakan mereka yang hidup serba kekurangan, bukankah akan jauh lebih bermakna ? apalah artinya popularitas dibandingkan nikmat membantu sesama ... semua perbuatan yang penting ikhlas gak pakai pamrih selanjutnya biarkan Tuhan yang menentukan mau jadi terkenal atau tidak pasti Tuhan telah memilihkan yang terbaik untuk mahluknya ...
rockerz @ Minggu, 3 Agustus 2008 | 04:15 WIB
"Hidup adalah Perbuatan" motto yang tidak pas tuh... lah "perbuatan" apa yang telah dikerjakan untuk bangsa ini ? tapi setidaknya "perbuatan"nya telah memberi "hidup" bagi industri periklanan..
massi @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 08:21 WIB
betuuuullll......... saya sendiri lebih bangga dengan beliau2 yg tdnya masih diingat responden..... soalnya yg sekarang nih, saya blum kebagian apa2 juntrungannya........ capeeeeee deehhh!!!
nedia @ Kamis, 31 Juli 2008 | 13:32 WIB
yahh masih buanyak yang harus kita ingat selain dari mereka yang cuma mau nipu kita hehe.. pesimis aja dech mereka gak akan ingat kita kalau dah terpilih...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1