3 Jurus Kurangi Utang Kartu Kredit
Selasa, 29 Juli 2008 | 09:21 WIB

Pada masa di mana setiap orang bisa dengan mudahnya membuat kartu kredit seperti sekarang, konsumen makin bebas membeli barang konsumsi tanpa sadar tingginya bunga kartu kredit. Akibatnya, banyak konsumen yang terjerat utang kartu kredit. Bila Anda termasuk dalam kelompok ini, maka Anda perlu menerapkan jurus jitu berikut untuk mencegah agar Anda tidak diusik oleh penagih utang.

1. Prioritaskan Bunga Terbesar
Tagihan kartu kredit akan berbunga dan bunganya akan berbunga lagi. Itu sebabnya, Anda harus membayar lunas tagihan Anda. Bila dananya tak cukup, prioritaskan untuk membayar tagihan kartu kredit dari bank yang menerapkan bunga paling tinggi, terutama bila Anda memiliki utang kartu kredit lebih dari satu. Misalnya saja Anda berutang 2 juta rupiah pada bank A yang menerapkan bunga 10 persen dan 1 juta rupiah pada bank B yang membebankan suku bunga 8 persen. Berarti pelunasan utang yang wajib Anda prioritaskan adalah utang dari bank A.

2. Satukan Tagihan dalam  Satu Rekening
Bila Anda menunggak utang kartu kredit pada beberapa bank, pindahkan tagihan tersebut pada salah satu bank yang membebankan suku bunga paling rendah. Anda juga bisa melapor pada bank penerbit kartu kredit tersebut bahwa Anda ingin  memindahkan rekening kartu kredit karena persaingan antar bank yang tinggi biasanya mereka berani menawarkan bunga lebih rendah.

3. Gunakan untuk Barang Tahan Lama
Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kehadiran kartu kredit asalkan dipakai dengan tepat dan disiplin membayar. Gunakan kartu kredit untuk membayar barang-barang yang memberikan nilai lebih meski Anda sudah melunasi pembayarannya. Misalnya untuk biaya pendidikan atau membeli komputer. Hindari menggesek kartu kredit untuk membayar tiket konser, biaya liburan, atau makan di restoran.

Yang perlu dipahami, kartu kredit adalah cara untuk meminjam uang dari bank selama 25-30 hari. Manfaatkan waktu ini untuk membayar tagihan kartu kredit sehingga Anda aman dari bunga.


AN
Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 19 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
nanda @ Selasa, 2 Desember 2008 | 17:30 WIB
cc kadng2 perlu jg n kadang2 jg ngeselin. tp kalo ada cash lebih ok banget. kan ga perlu byr interest
fauzi @ Kamis, 7 Agustus 2008 | 05:50 WIB
kalo aku sih CC only for emergency case, seperti klo mo ke RS doang. hari gini klo ga siap2 kondisi emergency, ntar klo sakit pusing deh, anak2ku mo dibawa kemana....
vily @ Senin, 4 Agustus 2008 | 13:37 WIB
setuju dgn hindr4,minta limit yang paling rendah aja untuk cc. lumayan buat diskon makan ama nonton buy 1 get 1...
Nisa @ Sabtu, 2 Agustus 2008 | 11:20 WIB
Orang yang bermasalah dengan CC adalah orang yang tidak disiplin dan tidak dapat mengendalikan diri. Kalau yang model begini memang jangan sekali kali punya CC. Buat yang disiplin dan mampu mengendalikan diri, CC justru menguntungkan, banyak kemudahan seperti diskon khusus di resto hotel tiket pesawat salon dsb, gratis di excecutive lounge, bisa belanja lewat internet, ada cash back, ada reward point. Kuncinya, beli sesuai kemampuan, bayar lunas sebelum jatuh tempo.
ayu @ Kamis, 31 Juli 2008 | 15:23 WIB
kalo mau aman jangan pake CC, apalagi buat kita kaum cewe, soalnya suka laper mata, gitu loh....tul gak.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
41