DPW PKB se-Indonesia Back Up Gus Dur
Artikel Terkait:
Sabtu, 26 Juli 2008 | 15:47 WIB

JAKARTA, SABTU - Tujuh mandataris Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB bertemu dengan Ketua Umum Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7). Mereka adalah Yusuf Chuldori (DPW Jateng), Agus Wiyarto (DPW DIY), Azwandi Rahman (DPW Sumbar), Fathurrahman (DPW Bangka Belitung), Ipong Mukhlisoni (DPW Kaltim), Jerson Hubu (DPW Gorontalo) dan Basri Dumais (DPW Maluku).

Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Ipong menyatakan bahwa inti pertemuan dengan Gus Dur untuk memastikan dan menunjukkan sikap bahwa DPW PKB seluruh Indonesia mem-back up Gus Dur. "Poinnya adalah kami ingin memastikan bahwa kami semua mem-back up beliau. Kita ingin sampaikan langkah taktis dan strategis yang dilakukan Tim Mediasi. Untuk mendekatkan bahwa putusan MA ayo dijalankan. Menerima kembali Mas Muhaimin dengan segenap perangkat Muktamar Semarang. Ini sebagai langkah agar tidak masuk anging, sehingga seluruh DPW siap mem-back up," papar Ipong.

Dikatakan Ipong, Gus Dur merespon sikap dan hal-hal yang disampaikan perwakilan DPW. Mengenai diajukannya gugatan ke PTUN yang dilayangkan terhadap Dephukham, Ketua DPW DIY Agus Wiyarto menyatakan pengajuan gugatan PTUN merupakan proses hukum yang lain. "Itu permasalahan hukum yang lain. Jangan dibiaskan dengan persoalan gugatan ke PTUN. Saya kira, Gus Dur sudah menyerahkan pada tim mediasi. Jadi kita tunggu saja bagaimana hasilnya," ujar Agus.


ING
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
amang @ Senin, 28 Juli 2008 | 09:32 WIB
udahla gus, serahkan aja ama yang muda-muda. ya mbok ngalah aja... iya toh
Achmad Rifai @ Minggu, 27 Juli 2008 | 02:28 WIB
Saya percaya 100% bahwa tindakan Gus Dur mengganti dan memecat kadernya tidak hanya untuk kepentingan PKB sendiri namun untuk kepentingan masyarakat
gus Muh @ Sabtu, 26 Juli 2008 | 16:52 WIB
Yang gentle aja Gus. Kalau udah kalah ya akui saja dan ayo rujuk kembali ! Gitu aja kok repot !
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1