Pemberitaan Pers Jangan Buat Konflik Lanjutan
Jumat, 25 Juli 2008 | 18:31 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kebebasan berapresiasi dan mengeluarkan pendapat mulai dirasakan masyarakat di Indonesia semenjak era reformasi bergulir, begitu pula pers. Media mulai bebas bergerak dan melakukan tugasnya, asal sesuai dengan kenyataan di lapangan serta aturan dan kode etik jurnalistik.

Menurut Atmakusumah Astraatmadja dari Lembaga Pers Dr. Soetomo, banyak pemberitaan pers sekarang ini cenderung menimbulkan masalah lanjutan. "Mungkin maksudnya hanya menampilkan berita, sebagai informasi kepada masyarakat. Namun ketika dibaca atau disimak malah terkesan menimbulkan perspektif baru," kata Atmakusumah di Jakarta, Jumat (25/7).

Atmakusumah mencontohkan, pemberitaan di salah satu media cetak yang membahas tentang kasus bom bali yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa bom bali ditengarai akibat ulah dari beberapa intel dari negara lain yang mempunyai kepentingan di Indonesia.

"Padahal peristiwa tersebut merupakan ulah teroris. Jadi perlu dipertanyakan kepada media tersebut unsur keakurasian berita, agar tidak menimbulkan konflik lanjutan akibat pemberitaan yang dimuatnya," katanya.

Pemberitaan tersebut diyakini Atma dapat berpotensi membuat konflik lanjutan atau malahan konflik baru yang dapat memperkeruh suasana. "Apalagi setelah saya membaca tulisan tersebut, terkesan investigasi dilakukan hanya sepihak dengan narasumber yang diper tanyakan keakuratan dan kompetensinya," sambung pria berkacamata ini.

Sebaiknya sebelum dipublikasikan kepada masyarakat, berita dilihat dulu dari beberapa pandangan dan pertimbangan, tidak lantas langsung ditampilkan apa adanya. Dengan begitu, berita tidak akan bias dan bukan sebagai faktor pemicu konflik lanjutan.

Lebih bagus lagi, lanjut Atmakusumah, kalau berita tersebut diberitakan dengan porsi yang berimbang menggunakan banyak narasumber dan literatur, supaya tidak terkesan berjalan sepihak.

Atmakusumah berharap pers sekarang lebih perspektif dalam memandang suatu peristiwa, supaya esensi berita didapat. "Jangan hanya mengobral berita-berita sensasi yang ujung-ujungnya menjadi konflik berkelanjutan," ujarnya. (C11-08)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan r...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort