
JAKARTA, JUMAT - Kebebasan berapresiasi dan mengeluarkan pendapat mulai dirasakan masyarakat di Indonesia semenjak era reformasi bergulir, begitu pula pers. Media mulai bebas bergerak dan melakukan tugasnya, asal sesuai dengan kenyataan di lapangan serta aturan dan kode etik jurnalistik.
Menurut Atmakusumah Astraatmadja dari Lembaga Pers Dr. Soetomo, banyak pemberitaan pers sekarang ini cenderung menimbulkan masalah lanjutan. "Mungkin maksudnya hanya menampilkan berita, sebagai informasi kepada masyarakat. Namun ketika dibaca atau disimak malah terkesan menimbulkan perspektif baru," kata Atmakusumah di Jakarta, Jumat (25/7).
Atmakusumah mencontohkan, pemberitaan di salah satu media cetak yang membahas tentang kasus bom bali yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa bom bali ditengarai akibat ulah dari beberapa intel dari negara lain yang mempunyai kepentingan di Indonesia.
"Padahal peristiwa tersebut merupakan ulah teroris. Jadi perlu dipertanyakan kepada media tersebut unsur keakurasian berita, agar tidak menimbulkan konflik lanjutan akibat pemberitaan yang dimuatnya," katanya.
Pemberitaan tersebut diyakini Atma dapat berpotensi membuat konflik lanjutan atau malahan konflik baru yang dapat memperkeruh suasana. "Apalagi setelah saya membaca tulisan tersebut, terkesan investigasi dilakukan hanya sepihak dengan narasumber yang diper tanyakan keakuratan dan kompetensinya," sambung pria berkacamata ini.
Sebaiknya sebelum dipublikasikan kepada masyarakat, berita dilihat dulu dari beberapa pandangan dan pertimbangan, tidak lantas langsung ditampilkan apa adanya. Dengan begitu, berita tidak akan bias dan bukan sebagai faktor pemicu konflik lanjutan.
Lebih bagus lagi, lanjut Atmakusumah, kalau berita tersebut diberitakan dengan porsi yang berimbang menggunakan banyak narasumber dan literatur, supaya tidak terkesan berjalan sepihak.
Atmakusumah berharap pers sekarang lebih perspektif dalam memandang suatu peristiwa, supaya esensi berita didapat. "Jangan hanya mengobral berita-berita sensasi yang ujung-ujungnya menjadi konflik berkelanjutan," ujarnya. (C11-08)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |