YOGYAKARTA, JUMAT - Dari 30 peserta, Dinda Nauli Nasution terpilih sebagai juara I Lomba Guru Inovatif 2008 yang diselenggarakan Microsoft Indonesia di Yogyakarta, 23-25 Juli. Dinda mempresentasikan inovasinya mengajarkan topik Possesive Pronouns untuk anak didiknya kelas I SD.
Dinda yang sehari-harinya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di SD Binakheir School Depok Jawa Barat ini mengatakan memiliki kendala dalam mengajarkan Possesive Pronouns. "Anak-anak gampang lupa, susah ingat ketika ditanya seminggu kemudian," ujar Dinda usai menerima hadiah laptop di Yogyakarta, Jumat (25/7).
Oleh karena itu Dinda mencari akar masalahnya dan menemukan bahwa metode penyampaian materinya yang konvensional menyebabkan anak didik merasa tidak tertarik mengikuti, padahal cuma mempelajari dan mengingat my, yours his, her, our dan sebagainya.
"Saya coba menggunakan multimedia, anak didik jadi lebih ingat, tapi tetap saja ada follow-up yang harus dilakukan melalui games dan tindakan interaktif, seperti menunjukkan sesuatu dan bertanya langsung," ujar Dinda.
Ia mengatakan dalam zaman yang bergerak digital, guru juga harus dinamis. Tidak boleh stagnan dalam metode konvensional.Teknologi semakin berkembang dan masuk ke rumah-rumah. "Guru tidak boleh tutup mata terhadap fenomena ini," tandas Dinda.
Menurut ketua dewan juri Ahmad Ridwan, Dinda unggul dalam kesederhanaan dan penguasaan akan materi yang disampaikannya. Dinda menggunakan banyak aplikasi secara sederhana sehingga mudah dimengerti, seperti kalimat singkat, animasi, dan video.
"Sebenarnya seperti itu yang akan mudah diingat oleh murid. Ibu Dinda memakai kata-kata sederhana, positioning dan pewarnaan yang tepat," ujar Ridwan.
Sembilan guru pemenang lainnya adalah Herfen Suryani (Bontang, Kaltim), Sesmon Butar-Butar (Balige, Sumut), Setiyana (Bandongan, Magelang), Priyono Hadi Saputra (Kuala Kencana, Papua), Made Nuryadi (Singkole, Sulsel), Arief Wahyu Purwito (Pasuruan, Jatim), Syahriyati (Alor, NTT), Yusbiyanti Susiharyani (Pangkal Pinang, Babel) dan Reni Juwita (Gresik, Jatim).
Dinda dan sembilan guru ini akan mewakili Indonesia ke Regional Innovative Teacher Conference di tingkat Asia Pasifik pada Maret 2009 mendatang.