WALHI: Menko Kesra Abaikan Hak Korban Lapindo
Rabu, 23 Juli 2008 | 14:02 WIB

JAKARTA, KAMIS - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mendesak Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie melindungi hak-hak korban lumpur Lapindo yang sudah terabaikan dua tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Eksekutif WALHI M Teguh Surya saat menggelar aksi demonstrasi teatrikal di depan kantor Menko Kesra, Rabu (23/7), untuk memperingati Hari Anak Nasional. "Sepertinya ada konspirasi jahat antara Lapindo, Menko Kesra dan Presiden yang sengaja membiarkan hak-hak korban lumpur terus diabaikan. Aburizal tak menjalankan tugasnya untuk melindungi hak-hak korban justru sekarang sedang menggelar pesta besar untuk pernikahan keluarganya dengan dana miliaran," ucap Teguh.

Ia menegaskan Presiden juga tak bertindak tegas dalam kasus ini dan terkesan mengulur-ulur waktu. "Korban saat ini sedang menunggu ganti rugi setelah sertifikat tanah mereka diserahkan ke Lapindo, tapi dana ganti rugi belum juga turun. Perilaku seperti itu apa tetap dibiarkan begitu saja, mau jadi apa negeri ini," ungkapnya.

Teguh menambahkan keberadaan Aburizal Bakrie sebagai pemilik Group Bakrie dan salah satu pemegang saham Lapindo Brantas tetap mempengaruhi kebijakan pemerintahan SBY-Kalla dalam pembiaran hak-hak korban Lapindo.

Teguh mengatakan WALHI melihat ada upaya sistematis dari aparat peradilan dan pemerintah untuk melindungi Lapindo Brantas. "Kejaksaan menyatakan pandangan ahli yang berbeda tentang penyebab semburan sehingga menggagalkan proses hukum dilanjutkan ke pengadilan. Ini yang sedang kita desak, selain upaya pengajuan gugatan ke PN Jaksel dan PN Jakpus," tuturnya.

"Hingga Juli 2008 telah timbul 94 semburan yang mengakibatkan pemukiman yang hancur bertambah luas karena penurunan tanah. Yang paling berbahaya semburan gas metan muncul di tengah permukiman warga dan dilaporkan sudah ada beberapa warga yang meninggal karena pengaruh zat-zat tersebut," jelas Teguh.

Pemerintah sudah melihat fakta penderitaan para korban seperti itu, dikatakannya, tapi masih tak mengambil langkah konkret untuk mengatasi. "Siapa lagi yang bisa diharapkan rakyat, kalau bukan pemerintah," ujarnya (MYS)


MYS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 5 A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
prawiro @ Rabu, 23 Juli 2008 | 14:37 WIB
Kasihan kepada korban lumpur, mudah-2an ada mujijat, Insya Allah Para punggawa pada memble, jadinya seperti ini, sudahlah sabar dan tawakal
herry @ Rabu, 23 Juli 2008 | 14:36 WIB
betul sekali...... pemerintah ini sepertinya tidak memiliki hati nurani..... kasihan kan para pengungsi lapindo hidupnya terkatung2.... Pak SBY coba pikirkan kalau seandainya bapak yang mengalami hal tersebut! pikir...dipikir.... jangan hanya bersilat lidah....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort