Waw! Uang Kertas 100 Miliar Dollar Diedarkan
Senin, 21 Juli 2008 | 06:35 WIB

HARARE,SENIN - Bank sentral Zimbabwe, mulai Senin (21/7) ini rencananya akan mulai mengedarkan uang kertas dengan nilai nominal 100 miliar dollar Zimbabwe, sebagai langkah menghadapi hiperinflasi yang mencapai 2,2 juta persen di negara tersebut.

Zimbabwe sebelumnya, telah mengeluarkan uang kertas senilai 50 miliar dollar Zimbabwe. Negara di kawasan Afriak bagian selatan itu menghadapi kelangkaan berbagai bahan pangan dan bensin dan juga lamanya antrian bila ingin mengambil uang di bank.

Gubernur bank Sentral Gideon Gonom seperti dikutip Reuters, menyatakan, sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah uang yang boleh diambil dalam sehari. saat ini pihaknya membatasi pengambilan uang tunai sebesar 100 miliar dollar dalam sehari, jumlah itu hanya cukup untuk membeli dua kerat roti, atau naik bus komuter pulang pergi.

Negara yang semula makmur itu, kini mengalami krisis pasca-pemilu. Hiperinflasi telah melanda negara itu, dengan inflasi membumbung tinggi dari 165.000 persen pada Februari menjadi 2,2 juta persen pada Juni lalu.

Bank Sentral Zimbabwe Januari lalu, mengedarkan uang kertas 10 juta dolla, pada April uang kertas 50 juta dollar diterbitkan. Mei, mengedarkan uang kertas 100 juta dollar dan 250 juta dollar. Kemudian berturut-turut mencetak uang kertas bernominal 5 miliar, 25 miliar dan 50 miliar dollar.

Dollar Zimbabwe yang secara resmi dipatok sebesar 30.000 dollar Zimbabwe per satu dollar AS itu, saat ini melonjak menjadi sekitar 800 juta dollar Zimbabwe per dollar AS.


EDJ
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 25 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
farial @ Sabtu, 2 Mei 2009 | 17:55 WIB
disana orang korupsi 100 milyar dollar kena hukuman berapa ya...kalau duit segitu cuma dapat beberapa potong roti.... coba kalau di indonesia...
HAMZAH BASARI @ Sabtu, 2 Mei 2009 | 14:38 WIB
Gak bisa dibayangkan!!!!!10000 dollar zimbabwe disana jangan2 tdk laku atau bahkan tidak beredar. di Indonesia nominal segitu bisa makan nasi goreng minum...secara nominal keren sih....Indonesia jangan tiru yah...klo bisa terus menguat terhadap segala kurs!!!!amiin.
indra @ Jumat, 1 Mei 2009 | 15:16 WIB
Alamak lampir...jangan sampai indonesia ky zimbabwe..ampun deh...10 ribu rupiah aja susah carinya apalagi 100 miliar dolar...
nut traders @ Rabu, 7 Januari 2009 | 16:21 WIB
solusi terbaik untuk zimbabwe adalah memberlakukan sistem barter, dan mentiadakan uang, kalau uang sudah tidak ada harganya, mengapa harus menambah penderitaan dengan mencetak nominal yang lebih tinggi, kalau ruginya 2,2jt persen lagi..... alasan pemerintah sono gampang aja.... bilang aja ama paman sam lagi ga punya duit, kan hutang dan krisis bisa nunggu sampe tuch zimba punya duit, nah klo sampe ga punya²????? yach alesan pemerintah khan bisa aza, dihibahkan lah,,, di hadiahkan lah,,,
marhaen @ Jumat, 5 Desember 2008 | 01:23 WIB
USD 1 = Rp 1. mungkin bisa kali ya...?kalo system kemandirian ekonominya Soekarno tidak diganti dengan System Ketergantungannya ORBA.??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
17