
BONTANG - Keluarga Anto (20), korban dimangsa buaya di Sungai Santan, Kutai Kartanegara, pasrah dan menyerahkan nasib Anto pada Yang Maha Kuasa. "Ini cobaan. Kalau sudah dibawa buaya, tidak mungkin kembali," ujar Abdul Fatah, kakek korban, saat ditemui di rumah duka, Desa Santan Ilir, Marangkayu, Kukar, Minggu (20/7).
Ayah Anto, Amiri, tampak terisak saat Fatah menceritakan keseharian Anto. Pria bercambang dan bertubuh besar itu menyeka cairan yang keluar dari hidungnya. Ia mengaku tak pernah mempunyai firasat apa-apa.
Hanya, Anto pernah berujar akan pergi meninggalkan rumah untuk mencari kerja pada usia 20 tahun. "Saya menyesal mengapa tidak menyekolahkannya dulu. Memang otaknya kurang sempurna, tapi dia punya daya ingat yang kuat," katanya.
Mustarim, paman Anto, menjelaskan, Anto memiliki perbedaan dengan anak lain seumurnya. Anto sulit berbicara sehingga kadang dianggap terbelakang.
Menurut Amiri, ia sempat melihat kejadian saat buaya memangsa Anto. Peristiwa berawal saat Anto merasa mual dan pergi ke Sungai Santan yang tak jauh dari rumahnya. Ia berencana akan buang air besar. Di tengah aktivitas buang air besar, tiba-tiba buaya sepanjang 6 meter muncul dari permukaan air dan menerkam Anto yang berada dalam posisi membelakangi sungai. (Basir Daud)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |