Anto Ditelan Buaya Saat BAB di Sungai
Senin, 21 Juli 2008 | 06:31 WIB

BONTANG - Keluarga Anto (20), korban dimangsa buaya di Sungai Santan, Kutai Kartanegara, pasrah dan menyerahkan nasib Anto pada Yang Maha Kuasa. "Ini cobaan. Kalau sudah dibawa buaya, tidak mungkin kembali," ujar Abdul Fatah, kakek korban, saat ditemui di rumah duka, Desa Santan Ilir, Marangkayu, Kukar, Minggu (20/7).

Ayah Anto, Amiri, tampak terisak saat Fatah menceritakan keseharian Anto. Pria bercambang dan bertubuh besar itu menyeka cairan yang keluar dari hidungnya. Ia mengaku tak pernah mempunyai firasat apa-apa.

Hanya, Anto pernah berujar akan pergi meninggalkan rumah untuk mencari kerja pada usia 20 tahun. "Saya menyesal mengapa tidak menyekolahkannya dulu. Memang otaknya kurang sempurna, tapi dia punya daya ingat yang kuat," katanya.

Mustarim, paman Anto, menjelaskan, Anto memiliki perbedaan dengan anak lain seumurnya. Anto sulit berbicara sehingga kadang dianggap terbelakang.

Menurut Amiri, ia sempat melihat kejadian saat buaya memangsa Anto. Peristiwa berawal saat Anto merasa mual dan pergi ke Sungai Santan yang tak jauh dari rumahnya. Ia berencana akan buang air besar. Di tengah aktivitas buang air besar, tiba-tiba buaya sepanjang 6 meter muncul dari permukaan air dan menerkam Anto yang berada dalam posisi membelakangi sungai. (Basir Daud)



Share on Facebook
Nilai 4.45 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
kerrymulia @ Kamis, 6 November 2008 | 10:40 WIB
salah sendiri kenapa penduduk tgl disitu..pindah dunk ke kota agar aman dari terkaman buaya..salah sendiri putramu tewas diterkam buaya seh..akibat sanitas fasum dan fasosmu jorok banget jadikan santapan buaya seh:(
Bambang @ Kamis, 24 Juli 2008 | 16:54 WIB
Fire in The Hole.... turunin marinir elite... basmi semua makhluk purbanya.
tanti @ Selasa, 22 Juli 2008 | 09:34 WIB
kejdannya ada2 saja disarankan jg buat pemerintah daerah setmpt lebi jeli lg atas masalah ini. buaya2 tersebut hendaknya dialokasikan dikebun binatang.
marsinil @ Senin, 21 Juli 2008 | 23:42 WIB
buayanya sebel kali daerah dia di"kotor"in...
ronji @ Senin, 21 Juli 2008 | 10:23 WIB
tangkap donk buayanya...! apa pemerintah setempat tdk bertindak? ngeri kan...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
5