Dollar AS Melemah, Turis Eropa Pelesiran ke AS
Suasana sebuah resor di Palm Beach Florida.
Senin, 21 Juli 2008 | 06:24 WIB

MIAMI, SENIN - Setelah dihantam ambruknya sektor perumahan, ditambah terjangan badai, Florida masih berkesempatan menuai berkah dengan membanjirnya turis dari Eropa.

Kurs dollar AS yang terus melemah terhadap euro membuat semakin banyak turis Eropa berdatangan ke Florida, di mana mereka dapat berenang dengan lumba-lumba di Keys atau menghabiskan uang di pusat perbelanjaan.

Akhir pekan lalu, satu euro setara dengan 1,5846 dollar AS. Pada 15 Juli 2008, dollar AS jatuh hingga titik terendah terhadap euro, yakni 1,599 dollar AS per satu euro. Pada April, satu euro mencapai 1,6 dollar AS.

”Yang kami lihat, orang Eropa menghabiskan liburan singkat untuk menikmati terik matahari dengan memanfaatkan penurunan kurs dollar AS. Sebenarnya mereka datang tanpa membawa barang sama sekali, kecuali baju dan koper besar untuk membawa pulang barang belanjaan,” kata Bud Nocera, Ketua Visit Florida Badan Promosi Turis Florida.

Program pariwisata Visit Florida memperkirakan, sekitar 931.000 wisatawan asing datang ke Florida pada kuartal pertama 2008, sebagian besar dari Eropa. Hal itu berarti ada kenaikan dua persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Bukan kenaikan besar, melainkan signifikan karena pariwisata merupakan andalan utama sumber penghasilan di Florida.

Pada tahun 2007, di beberapa negara bagian terjadi kenaikan wisatawan asing sebesar 6 persen, sementara wisatawan domestik juga bertumbuh. Nocera mengatakan, wisatawan Jerman dan Perancis memanfaatkan fluktuasi kurs dan membeli berbagai macam barang, mulai dari celana jins hingga pesawat jet. Transaksi itu mengalirkan banyak uang ke perekonomian AS.

Belanja murah

”Kali ini kami punya kesempatan untuk belanja,” canda Lars Binckebanck, wisatawan asal Jerman yang satu tahun sekali mengunjungi AS. Pada musim panas ini mereka menyewa mobil karavan untuk mengunjungi separuh dari 10 pantai terbaik di sepanjang Florida sebagai salah satu tujuan kedatangan mereka di AS.

”Kami pergi ke Disney World, membeli suvenir, dan kamera,” ujar Binckebanck seraya memamerkan kamera yang, menurut dia, harganya di Jerman dua kali lipat. Ketika orang Amerika mengeluhkan tingginya harga bensin, Binckebanck mengatakan bahwa harga bensin masih lebih murah di AS dibandingkan dengan di Eropa.

Para pengusaha yang terkait dengan bisnis pariwisata menyatakan sedikit lega. Sebuah hotel kecil bahkan ditutup untuk umum dan hanya melayani para wisatawan dari Eropa. Di Miami Scooters, gerai penyewaan skuter di Pantai Selatan, Donald Thomas mengatakan, wisatawan dari Perancis dan Italia merupakan konsumen tetap mereka. ”Kami tidak perlu memasang iklan dan skuter kami selalu terpakai semua,” katanya.

Penyelenggara tur belanja juga kebagian panen. Shop America Alliance, misalnya, menawarkan paket yang mengombinasikan potongan harga di mal-mal dan toko suvenir. Wisatawan dapat memulai perjalanan di museum dan mengakhiri dengan belanja di toko Nike atau Banana Republic. Paket lain menawarkan diskon belanja lengkap dengan perawatan spa.

Ketua Shop America Rosemary McCormick mengatakan, membanjirnya turis dari Eropa sudah terasa sejak 18 bulan lalu. Selain penguatan euro, penguatan mata uang Inggris, poundsterling, juga membawa lebih banyak lagi wisatawan dari Inggris yang mampir ke outlet Reebok, Nike, dan Apple.

Walaupun krisis perumahan terjadi di AS, orang Eropa tetap melihat peluang di balik krisis itu, yakni kesempatan memiliki rumah di daerah tropis AS semakin besar. Dengan melonjaknya penyitaan rumah, banyak rumah yang dijual dengan harga miring.


JOE
Sumber : Kompas
Nilai 4.2 A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sirwanto sadono @ Rabu, 23 Juli 2008 | 23:37 WIB
heh lo pade ngomentarin org londo pegi keamric jgn kaget, lo mo tau org Indon yg kaya n artis yg beken trus anak pejabat yg ga tau brapa gaji bokapnye merek2 juga sering nglancong ka LN dr Singapore ampe negri paman sam gak mustahil maklah lebih royal dr pde org londo (sebutan org eropa jaman dulu) harunya ini yang di survey kok bisa yah?org Indon jalan2 k LN trus foya2 lagi,ga iri lho cuma bingung gitu lhoo.
auk ahh @ Rabu, 23 Juli 2008 | 14:05 WIB
sampai kiamat juga rupiah cuma bisa buat beli kerupuk doang, kita mesti ganti nama negara nih atau jual pulau buat bayar utang koruptor
arul @ Rabu, 23 Juli 2008 | 01:44 WIB
hedon abis. mikir dhong dibelahan dunia lain banyak orang meninggal karena kelaparan, kekurangan akses kesehatan.
beeb burger @ Selasa, 22 Juli 2008 | 12:47 WIB
orang eropa, amrik, asia, bahkan afrika yang hidupnya menengah (ga kaya2 amat) juga berbondong2 ke indonesia...hanya kita orang indonesia yang suka berdiam diri karena rupiah kita tidak pernah menguat terhadap dolar. kapan y giliran kita?
beyu...uuu @ Selasa, 22 Juli 2008 | 11:05 WIB
have a nice vacation to amerika....akhirnya lu bisa drop juga, mangkannya jangan sok jadi negara adi daya...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63, Presiden Yudhoyono memberikan penghargaan...
Kompas Mobile25
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort