
JAKARTA, SENIN - Pekan ini Bursa Efek Indonesia masih waswas. Turunnya harga komoditas, baik perkebunan maupun pertambangan, termasuk minyak mentah dunia, benar-benar membuat pasar saham sempoyongan.
Pada pekan lalu, secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di titik terendah indeks sepanjang tahun 2008 ini pada 2.141,135 setelah terkoreksi 6,34 persen dibanding penutupan pekan sebelumnya. Sementara itu, indeks Kompas100 melorot 7,98 persen ke posisi 561,425. Indeks 45 saham-saham bluchip LQ45 merosot 8,29 persen menjadi 478,213.
Tenggelamnya indeks, menurut para analis, lebih banyak karena faktor harga komoditas di pasar dunia yang turun. Maklum, saham-saham komoditas, baik perkebunan maupun pertambangan, merupakan penyokong utama indeks BEI. Jadi wajar saja bila harga saham komoditas terpuruk, indeks pun ikut terjun bebas. Terbitnya laporan keuangan emiten tidak banyak membantu indeks.
Sementara pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, Jumat (18/7), ditutup mixed (beragam). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 49,91 poin (0,44 persen) menjadi 11.496,57. Indeks Standard and Poor’s 500 naik tipis 0,36 poin (0,03 persen) pada 1.260,68, sedangkan indeks komposit Nasdaq turun 29,52 poin (1,28 persen) pada 2.282,78
Secara keseluruhan, pekan lalu Dow Jones berhasil meraih pekan terbaiknya dalam tiga bulan terakhir ini dengan naik 3,57 persen, Standard & Poor’s 500 menguat 1,71 persen, dan Nasdaq meningkat 1,95 persen.
Pekan ini, Wall Street menantikan laporan keuangan dari sektor perbankan serta laporan penjualan rumah serta harga minyak mentah.
Turunnya harga minyak mentah hingga 16 dollar AS ikut memberikan dorongan pada Wall Street. Hal ini berbeda dengan BEI yang justru terpukul oleh turunnya harga minyak dari rekor tertingginya tersebut.
Harga minya mentah jenis light sweet pekan lalu berada di posisi 128,88 dollar AS per barrel, sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman September 130,19 dollar AS.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |