Sepanjang tahun 2006 jumlahnya 42.771 orang. Tahun berikutnya menjadi 745.817 orang. ”Semester pertama ini jumlahnya sudah lebih dari separuh tahun lalu. Memprihatinkan,” tutur Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Seto Mulyadi, Minggu (20/7) sore. Sebagian besar korban berasal dari keluarga miskin di kawasan pesisir, seperti Indramayu dan Subang.
”Menyambut Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli, saya telah mendesak Presiden untuk mencanangkan kembali tema ’Hentikan Kekerasan terhadap Anak’,” ucap Seto.
Kepada orangtua
Pada Sabtu malam, menurut Seto, Kepolisian Sektor Metro Taman Sari, Jakarta Barat, telah mengembalikan sembilan pekerja seks komersial di bawah umur yang terjaring operasi kepada orangtua mereka.
Kepala Polsek Metro Taman Sari Komisaris Imam Saputra membenarkan bahwa hari Sabtu malam pihaknya mengamankan 115 perempuan yang dipaksa menjual diri di dua lokasi tempat hiburan malam di Jakarta Barat. Dari jumlah itu, ada sembilan perempuan di bawah umur.
”Mereka diamankan dari Diskotek Stdm di Jalan Hayam Wuruk dan Panti Pijat Mdn di Kompleks Lokasari, Jalan Mangga Besar Raya,” kata Imam.
Seto datang ke kantor polisi dalam rangka mendampingi dan memberikan konseling kepada kesembilan perempuan di bawah umur tersebut.
”Hasilnya menunjukkan bahwa orangtua mereka teperdaya oleh para mucikari. Begitu korban sudah di tangan, mereka memperlakukan korban seperti budak. Mereka meneror dan merendahkan harga diri korban dengan mengatakan, orangtuamu sendiri sudah menjual kamu kepada saya,” ucap Seto.
Mereka yang diamankan umumnya mempunyai kartu tanda penduduk palsu. Tujuannya untuk menyamarkan alamat dan usia korban. (ONG/WIN)