JAKARTA, JUMAT - Jumlah desa wisata di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai terlalu banyak sehingga sulit untuk membina dan mengembangkannya menjadi obyek wisata yang menarik.
Ketua Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa), Drs H Sarbini di Yogyakarta, Jumat (18/7), mengatakan, idealnya jumlah desa wisata di tiap kabupaten hanya 3-5 sehingga memudahkan untuk pengembangannya.
Kabupaten Sleman merupakan kabupaten di provinsi DIY yang memiliki desa wisata terbanyak yaitu mencapai 40 desa, antara lain desa wisata Trumpon yang terletak di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, desa wisata Turgo, Kaliurang dan desa wisata Ketingan, desa Tridadi Kecamatan Mlati.
"Mestinya di wilayah itu paling banyak ada lima desa wisata, sehingga upaya mengembangkannya bisa maksimal dan bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke wilayah itu," katanya.
Menyinggung tentang prospek desa wisata di DIY, ia mengatakan desa wisata di DIY agak sulit dikembangkan karena dibentuk hanya untuk kepentingan sesaat yaitu saat ada rencana kunjungan wisatawan.
"Desa wisata baru dibentuk dan dipromosikan jika akan menerima kedatangan tamu wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus)," katanya.
Menurut dia, desa wisata adalah desa yang umumnya dikelola warga setempat dan suasananya masih alami serta memiliki potensi khas desa tersebut yang layak ditawarkan kepada wisman maupun wisnus.
"Sejumlah atraksi kesenian setempat maupun fasilitas penginapan ala desa serta potensi yang dimiliki desa tersebut disiapkan untuk menyambut dan memberikan layanan kepada rombongan wisatawan yang akan menginap di desa tersebut," katanya.
Ia mengatakan, upaya membentuk desa wisata secara instan hanya akan sia-sia karena ketika rombongan wisatawan usai mengunjungi dan menginap di desa wisata itu, desa wiSata itu akan kembali semula seperti desa biasa.
"Upaya mengelola yang dirintis dan disiapkan untuk melayani kedatangan wisatawan pada saat itu berakhir bersamaan dengan kepulangan wisatawan tersebut," katanya.