Banyuwangi Gempar Video Mesum Pak Guru dan Siswinya
ilustrasi film porno
Kamis, 17 Juli 2008 | 08:03 WIB

BANYUWANGI, KAMIS - Rekaman video mesum beredar luas di Banyuwangi. Rekaman ini menghebohkan sekaligus meresahkan masyarakat karena 'aktor' dan 'aktris'-nya adalah guru dan siswinya. Polisi pun menyelidiki dan menetapkan pelaku itu sebagai tersangka, Rabu (16/7) sore. Wakapolres Banyuwangi Kompol Harjo Maryono ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Menurutnya, tersangka kasus ini adalah guru bernama Sd yang sehari-hari mengajar Akuntansi di SMA negeri di Banyuwangi.

Penetapan tersangka setelah pihak Polres memeriksa Sd dan seorang yang diduga pernah berhubungan badan dengan Sd, yakni perempuan bernama Dt. Ternyata Dt bukan 'aktris' yang bermain bersama Sd di video itu meskipun Dt juga pernah menjadi korban Sd.

Hasil penyelidikan polisi akhirnya memastikan bahwa perempuan yang melakukan hubungan intim dengan Sd, seperti yang terekam dalam video tersebut, adalah Li. Kata Kompol Harjo Maryono, Li dulunya adalah siswi Sd dan kini tinggal di Gilimanuk, Bali.

Video tersebut diduga direkam oleh Li memakai handycam kemudian disebarkan ke beberapa temannya sehingga akhirnya sampai ke tangan para siswa Sd. Rekaman tersebut dibuat setahun lalu.

Sementara itu, Dt mengaku telah dicabuli Sd sejak kelas II SMA, sekolah tempat Sd mengajar. "Kalau tidak melayani, Sd mengancam akan memberi nilai jelek," ungkap Kompol Harjo. Tahun ini Dt tidak lulus SMA karena nilai rata-rata ujian nasionalnya hanya 4,00.

Menurut Harjo, belum dapat dipastikan berapa banyak siswi maupun ekssiswi yang menjadi korban Sd. Polisi menemukan banyak klip video dan gambar porno di telepon seluler Sd. “Tersangka dijerat dengan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” wakapolres menegaskan.

Catatan Surya, kasus Sd terkuak setelah rekaman video mesum Sd bersama perempuan yang diduga siswinya beredar luas sejak Selasa (15/7). Rekaman video itu memperlihatkan adegan laki-laki dan perempuan berhubungan badan di sebuah kamar.

Adegan itu diduga direkam dengan handycam, bukan ponsel, karena kualitas gambarnya jernih. Diduga, adegan direkam sendiri oleh salah satu pelaku karena ada sebagian adegan menunjukkan pelaku meletakkan handycam di sebuah meja sebelum mereka berhubungan seksual.

Sementara itu, Sd yang ditemui wartawan di sekolah sebelum diperiksa polisi membantah pria dalam rekaman video mesum itu adalah dirinya. Menurut dia, video itu hasil rekayasa untuk memfitnah dirinya. "Saya ini seorang guru, mana mungkin berbuat asusila. Tidak pantaslah perbuatan itu dilakukan seorang guru," kilah Sd.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi Catur Pamarto mengatakan, Kepala SMA tempat Sd mengajar telah mengakui bahwa laki-laki dalam video berdurasi 3,38 menit tersebut adalah Sd.  "Kepala sekolahnya sudah mengakui kepada kami,” kata Catur, setelah memanggil kepala sekolah itu ke kantornya, Rabu (16/7).

Catur mengatakan, Sd akan dikenai sanksi berupa pembebasan jam mengajar karena dia diduga melanggar UU No 30/80 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). (ST9)



Share on Facebook
Nilai 4.77 A A A
Ada 29 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Heru @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 12:06 WIB
mengajar memang tugas guru, tapi kalau yang begituan tugas suaminya..
sara @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 02:27 WIB
Tugas dan tanggung jawab mengajar seorang anak itu ada pada orang tua masing masing bukan pada guru atau nanny. Orang tua adalah guru pertama si anak di rumah. Jika anak diajarkan hal yang benar dirumah seperti apple yang jatuh tak jauh dari pohonnya.
luckyoetama @ Minggu, 5 Oktober 2008 | 21:23 WIB
ADA-ADA SAJA....WAJARKAH? TREND? INTROSPEKSI DIRI ADALAH KUNCINYA....MUNGKINKAH ADA LEBIH BANYAK KASUS MIRIP YANG JUGA TERJADI....NAMUN BELUM DAN TIDAK TER-EKSPOSE ???
shaine @ Jumat, 18 Juli 2008 | 08:10 WIB
gaji guru kurang ya...??? tambahannya pake itu ya....??? astaghfirullah....
lanang @ Kamis, 17 Juli 2008 | 23:51 WIB
segelintir degradasi inilah yang sedang naik daun pada bangsa yang sedang carut-marut
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4