Paus Sembuhkan Korban Pelecehan Seksual
Paus Benediktus XVI
Minggu, 13 Juli 2008 | 09:21 WIB

DARWIN, MINGGU - Paus Benediktus XVI yang tiba di Australia, Minggu (12/7), menegaskan akan mencoba melakukan penyembuhan dan rekonsiliasi terhadap para korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor di negeri itu.

"Dalam 10 hari kunjungan saya di Australia, saya akan melakukan penyembuhan dan rekonsiliasi dengan para korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor Katholik Roma seperti apa yang saya lakukan di AS," katanya saat berbincang dengan wartawan dalam penerbangan menuju Australia.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Amerika Serikat ia sempat mengungkapkan perasaan malunya atas skandal tersebut dan ia pun berjanji untuk memastikan bahwa kaum pedofil tidak menjadi pastor.  

Kelompok aktivis yang bekerja menangani korban akibat pelecehan seksual oleh pastor telah meminta Benediktus untuk meminta maaf dalam kunjungannya kali ini. Jumlah korban tidak diketahui, walaupun para aktivis mengatakan mencapai ribuan orang.  

Pemimpin senior pastor Katholik Roma, Cardinal George Pell, dinilai tidak becus menangani kasus pelecehan seksual dan setuju untuk membuka kembali investigasi terhadap kasus pelecehan seksual yang berusia 25 tahun ini.


C9 08
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 4.43 A A A
Ada 16 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
putri @ Kamis, 6 November 2008 | 11:20 WIB
Manusia memang diciptakan berpasang-pasangan, namun adapula yg dipanggil utk melayani Tuhan dgn Hidupnya
widodo @ Selasa, 22 Juli 2008 | 14:30 WIB
ya kita ini udah di zaman akhir, jangan tawar hati kemudian menjadi kecewa, jangan pandang salah orang lain tapi pandang pada Yesus
gunawan @ Selasa, 22 Juli 2008 | 12:04 WIB
pelecehan seksual terjadi krn pastor katolik tdk boleh menikah, ketika keinginan daging besar terjadilah hal yg menyimpang td, lain hal -nya dgn pendeta kristen, sesuai dgn firman Tuhan,(di-Yohanes), bahwa daripada terjadi perzinahan maka sebaiknya manusia itu menikah. Tujuan Tuhan menciptakan sepasang Pria dan Wanita untuk bersatu, so Tuhan tdk melarang kita utk menikah dan beranak cucu. Tuhan memberkati!!!!
widy @ Selasa, 22 Juli 2008 | 11:47 WIB
begitulah dunia. saat ini baik nanti bisa buruk. saat ini orang bisa tampak baik, nanti orang bisa tampak buruk. hati-hati.
Lesmana Sugianto @ Senin, 21 Juli 2008 | 09:55 WIB
Yang terpenting adalah mau mengakui kesalahan dan mengoreksi diri agar hal serupa dapat dihindari dimasa yg akan datang. Bravo Paus
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25