Saluran Telepon se-Kaltim Lumpuh
Petugas Telkom sibuk mengeringkan perangkat yang terendam air dengan menggunakan hair dryer dan kompresor.
Rabu, 9 Juli 2008 | 17:18 WIB

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Achmad Subechi dan Priyo Suwarno

BALIKPAPAN, TRIBUN - Banjir bandang untuk kesekian kalinya yang melumatkan kota Balikpapan, Rabu (9/7) mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total.

Karyawan perkantoran yang hendak berangkat kerja terpaksa terlambat bekerja karena terjebak banjir di sejumlah tempat. Apalagi ada beberapa jalan utama yang putus akibat genangan air, seperti terlihat di Jalan Stratt 3 menuju Plasa Rapak, kawasan Batu Ampar, kawasan Kanujoso menuju Balikpapan baru dan beberapa tempat lainnya.

Tidak hanya itu, jaringan komunikasi juga lumpuh total setelah kantor Daerah Telekomunikasi Balikpapan terendam air, akibat tembok pembatas sepanjang 20 meter dan tinggi 2,5 meter runtuh. Air kemudian masuk ke ruang tempat penyimpanan data dan peralatan elektronik lainnya. Akibatnya, petugas mematikan semua jaringan yang di dalamnya terdapat backbone, saluran utama komunikasi dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur sekaligus sebagai pusat komunikai dari Balikpapan ke wilayah Kaltim lainnya.

Menurut Dwi Kurniawati, GM Kandatel Kaltim Selatan, hujan deras kali ini benar-benar melumpuhkan jaringan telkomunikasi mulai dari internet, telepon dan flexi. "Karena itu kami mohon maaf kepada masyarakat pengguna telepon Telkom yang terganggu akibat peristiwa ini. Kami sekarang sedang melakukan pembenahan dan mudah-mudahan segera selesai. Pertama yang kami upayakan untuk diperbaiki adalah saluran telepon. Dan pukul 11.00 saluran telepon sudah bisa digunakan," katanya. "Setelah itu kami akan membenahi jaringan internet dan backbone," sambungnya.

Pengamatan Tribun di kantor STO Telkom Balikpapan, sejak pagi petugas sibuk membersihkan perangkat atau infrastruktur telepon yang terendam air. Bahkan, untuk mengeringkan panel-panelnya petugas terpaksa membawa hair dryer dan kompresor. Sedikitnya ada 20 hair dryer yang dipakai untuk melakukan pengeringan. Akibat ngadatnya saluran komunikasi, sejumlah bank terpaksa gigit jari karena para konsumen tak bisa menarik uangnya dari mesin ATM.



Share on Facebook
Nilai 9 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
5