Sex Education, Baiknya Mulai Usia Empat Tahun
Senin, 7 Juli 2008 | 23:01 WIB

SEMUDA mungkin anak mestinya diberi pendidikan seks. Asosiasi Keluarga Berencana di Inggris mengungkapkan bahwa mulai usia empat tahun anak sebaiknya diberi pendidikan seks. Ini dimaksudkan untuk menekan angka aborsi dan infeksi penyakit menular seksual di antara para remaja.

Asosiasi ini berpendapat, bahwa pendidikan yang bertingkat mengenai seksualitas akan membantu anak-anak untuk paham dengan alat reproduksi dan yang terkait dengan seksualitasnya. Departemen Anak, Sekolah dan Keluarga mengatakan bahwa anak-anak mesti diajari mengenal bagian tubuhnya dan perbedaan-perbedaan mendasar antara seksualitas pria dan wanita juga hubungan di antara keduanya.

Sampai saat ini pemerintah tidak memberikan informasi yang memadai mengenai seks dan hubungan antarmanusia. Karena itu "Banyak anak muda melakukan hubungan seks untuk mencari tahu bagaimana rasanya," ungkap Simon Blake, Direktur eksekutif Asosiasi Keluarga Berencana Inggris.

Menurut Simon, banyak buktinya ketika seorang anak mengenal pendidikan seks dan hubungan antarmanusia sejak awal, sebelum seorang anak mengalami masa pubertas, sebelum mereka merasakan atrakasi seksual, mereka akan menunda hubungan seks atau tidak buru-buru ingin melakukan hubungan seks.

"Mereka lebih sadar untuk menggunakan kontrasepsi dan menjalankan seks secara aman."Seorang remaja usia enam belas tahun, sebut saja Bethany dari Norwich menyebutkan bahwa dia tidak mengerti konsekuensi melakukan hubungan seks di usia muda.

"Saya tidak tahu bahwa saya bakal bisa hamil," ujarnya. "Saya pikir pengenalan seksualitas dalam pendidikan seks akan membatu kami seperti saya menghadapi hal ini."

Lembaga sosial ini menyebutkan bahwa pendidikan seks dasar yang diberikan dalam pelajaran ilmu pengetahuan saat ini tidak cukup memadai. Mereka menginginkan adanya kurikulum khusus mengenai seks dan hubungan antarmanusia sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Inggris setara dengan mata pelajaran lain seperti matematika, bahasa Inggris.

Departemen Anak, Sekolah dan Keluarga mengatakan bahwa pendidikan seks dan hubungan antarmanusia yang efektif merupakan hal yang esensial untuk anak muda agar mereka memiliki pilihan yang aman dan menyehatkan atas hidupnya. Dan tentu saja agar kehamilan di usia muda dan infeksi penyakit menular dapat dicegah.

Seorang juru bicara departemen menambahkan bahwa para penasihat pemerintahan akan merekomendasikan kebijakan ini kepada pemerintah untuk menjadi sebuah kebijakan baru bulan depan.


ABD
Sumber : BBC
Share on Facebook
Nilai 4.67 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Dr. Sexy @ Kamis, 16 Oktober 2008 | 11:43 WIB
kalian salah...pendidikan agama memamg perlu...tapi, kalau nggak di ikuti pendidikan tentang sex...mustahil...aku punya pengalaman soal itu..ada teman yg sangat alim dan kalau bercerita soal agama dia jagonya, tidak pernah lepas yg namanya sholat, tapi apa yg terjadi ketika dia pacaran? tidak beberapa lama si perempuan hamil. apa mau di kata? itulah kalau kita hanya berkutat soal agama dan tidak memahami hidup itu seperti apa (apa lagi soal sex). jadi kesimpulan..pendidikan sex itu perlu.
ib @ Selasa, 8 Juli 2008 | 21:40 WIB
bisakah pendidikan sex dimasukan dengan etika budi pekerti krn hal itu berkesinambungan
ana @ Selasa, 8 Juli 2008 | 19:28 WIB
Bener sekali pendapat masiwit, pendidikan agama sejak dini sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pendapat asosiasi di artikel ini kayaknya kurang mengena karena nggak menyinggung pentingnya peran pendidikan agama, agama apa saja
masiwit @ Selasa, 8 Juli 2008 | 12:00 WIB
yang paling penting sih ajarin dulu tentang agama, laennya menyusul. Insya Allah, di samping aman juga gak nyrempet-nyrempet yang bahaya..
cekedot @ Selasa, 8 Juli 2008 | 09:11 WIB
sebaiknya jangan terlalau cepat untuk mengajarkan anak tentang sex...biarkanlah secara berlahan dia mengetahui dengan sendirinya....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
22