RSUD M Yunus tak Lagi Layani Gakin Pemegang SKTM
Sabtu, 5 Juli 2008 | 21:18 WIB

BENGKULU, SABTU - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, sejak awal Juli 2008 tidak lagi melayani pasien dari kalangan keluarga tidak mampu yang hanya memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
    
"Pemerintah sudah menetapkan, bahwa SKTM tidak lagi berlaku sejak 1 Juli 2008, jadi dengan berat hati kita tidak dapat melayani warga miskin pemegang SKTM itu," kata  Direktur Utama RSUD M Yunus Bengkulu, Zaini Dahlan di Bengkulu, Sabtu.

Namun, ia mengaku masih memberikan tolerensi bagi pemegang SKTM itu, tetap dilayani jika dalam kondisi emergensi. "Kalau memang kondisinya parah, tetap kita layani, tapi untuk pasien yang sakit biasa (tidak parah-red) tak lagi," katanya.
     
Zaini mengaku, saat ini berada pada posisi serba salah. Jika melaksanakan aturan untuk tidak melayani SKTM pihakya dinilai  oleh masyarakat tidak peduli dengan warga miskin.

Tapi, kalau pemegan SKTM itu tetap dilayani maka nanti kesulitan mengajukan klaim pengobatan pada pemerintah, dan kalau pun dipaksanakan khawatir diperiksa oleh auditor keuangan karena dianggap melakukan penyimpangan.

"Kami hanya minta pengertian dari masyarakat, memang aturannya kini pemegang SKTM tidak bisa lagi diberikan pelayanan berot gratis. Kita hanya memberikan pelayanan gratis bagi pemegang kartu Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin)," katanya.

Mengenai warga miskin yang berobat ke RSUD yang merupakan rumah sakit terbesar di Provinsi Bengkulu dan menjadi pusat rujukan itu, menurut dia, cukup banyak, selama Januari-Juni 2008 tercatat 14 ribu orang.

Kalangan warga kurang mampu itu berobat dengan menggunakan kartu Askeskin dan SKTM, sehingga diberikan pelayanan gratis.

"Januari-Juni kita masih melayani warga pemegang SKTM," tegasnya. Departemen Kesehatan (Depkes) menetapkan, sebanyak 632 ribu jiwa warga Provinsi Bengkulu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui program Askeskin.
     
Kuota Askeskin bagi Provinsi Bengkulu setiap tahun mengalami peningkatan. Pada  2006 hanya mendapatkan kuota 502.613 jiwa, pada 2007 naik menjadi 602.613 jiwa, dan 2008 kembali bertambah menjadi 632 orang.

Namun sayangnya, masih banyak keluarga miskin di daerah itu yang belum memiliki kartua Askeskin, dan selama ini mereka menggunakan SKTM.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu  pada 2007 sebanyak  345.126 warga miskin di Provinsi Bengkulu masih menggunakan SKTM guna mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, karena belum memiliki kartu Askeskin.

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Bengkulu  Fauzan Rahim, secara terpisah mengaku, telah menerima informasi tidak dilayaninya warga miskin pemegang SKTM tersebut.

"Saya sudah dapat informasi itu, makanya Senin (7/7) kita akan menggelar rapat untuk membahas masalah itu," katanya.



Sumber : Antara
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile97
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort