1.000 Rumah Terendam di Balikpapan
Banjir yang melanda Kecamatan Long Bagun, Kutai Barat, Kalimantan Timur tahun lalu
Sabtu, 5 Juli 2008 | 13:59 WIB

Laporan wartawan Kompas M Syaifullah

BALIKPAPAN, SABTU-  Sedikitnya 1.000 rumah di lima kelurahan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (5/7), terendam banjir sejak pukul 07.00. Banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Ampal yang tidak mampu menampung air hujan sejak dini hari.

Banjir di Kecamatan Balikpapan Selatan itu terjadi di Kelurahan Batu Ampar, Gunung Sari, Sumber Rejo, Gunung Bahagia, dan Damai. Namun, yang paling parah terjadi di Kelurahan Damai karena permukiman di 16 RT terendam satu hingga dua meter. 

"Kelurahan ini mengalami banjir yang terparah karena daerahnya paling rendah," kata Suparman, Lurah Damai.
Menurut Suparman, banjir ini terjadi karena debit airnya sangat besar dan sungai ampal tidak sanggup menampungnya. Sementara itu, daerah resapan air di sepanjang sungai juga berubah menjadi kawasan permukiman.

Akibat luapan Sungai Ampal itu, Jalan MT Haryono yang merupakan jalur menuju kawasan elite Balikpapan Baru terputus karena ketinggian air di jalan mencapai dua meter.

Balikpapan merupakan kota pantai yang berbukit-bukit. Akan tetapi, saat ini banyak bukit yang sudah diratakan untuk pembangunan perumahan dan permukiman. Akibatnya, setiap kali hujan air langsung mengalir ke sungai menuju Selat Makassar.


FUL,ROW
Share on Facebook
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
fathur rahman @ Kamis, 10 Juli 2008 | 10:29 WIB
yach benar sekali mengenai masalah ke tidak pedulian deplover terhadap lingkungan sekitar ter utama masalah water management, karena saya warga sungai ampal telah merasakan imbas tersebut selama 5 tahun
bego @ Kamis, 10 Juli 2008 | 05:41 WIB
Janagn salahkan siapa2,itu kejadian alam,diseluruh dunia sama,ngga bisa dipungkiri dan ditahan oleh kekuatan manusia. Di Amerika aja lebih drpd diBalikpapan,lihat Ohio/ Missisipi meluap berapa daerah yang kelelep lebih dalam drpd diBalikpapan. Itulah gejala global warming yang dibuat manusia juga.
Nanang @ Selasa, 8 Juli 2008 | 11:09 WIB
Pemkot juga bersalah! kenapa di ijinkan developer bangun di jalur hijau / resapan. Yaaaa....ujung-ujungnya Duit...! Sogok...yuk....!
Dwi @ Senin, 7 Juli 2008 | 10:53 WIB
yach................itulah akibat yg ditinggalkan oleh deplover yg seenaknya buka lahan buat perumahan.namanya aja sungai ampal tp tinggal nama.yg pantas buka sungai ampal tapi parit ampal karena sudah seperti parit bukan sungai lagi
Dwi @ Senin, 7 Juli 2008 | 10:53 WIB
yach................itulah akibat yg ditinggalkan oleh deplover yg seenaknya buka lahan buat perumahan.namanya aja sungai ampal tp tinggal nama.yg pantas buka sungai ampal tapi parit ampal karena sudah seperti parit bukan sungai lagi
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
5