Anjing Pahlawan Tragedi 9/11 Akan Dikloning
Trakr dan James Symington termasuk di antara tim penyelamat yang pertama kali terjun memeriksa puing-puing menara kembar WTC saat tragedi 9/11.
Jumat, 4 Juli 2008 | 11:08 WIB

LOS ANGELES, JUMAT - Trakr, seekor anjing yang dinugerahi gelar pahlawan dalam tragedi 9/11 di World Trade Center, New York, AS, akan dikloning dalam waktu dekat. Adalah BioArts International, perusahaan bioteknologi di Mill Valley, dekat San Fransisco, AS, yang akan melakukannya.

Anjing jenis German shepherd (herder) itu mendapat kehormatan untuk dikloning setelah terpilih sebagai pemenang dalam sebuah polling bertajuk Golden Clone Giveaway yang dilakukan secara online. Biaya kloning akan didanai dari lelang online pada 5-9 Juli 2008 untuk kloning lima anjing yang pemiliknya bersedia membayar dengan harga tertinggi.

"Kami menerima banyak pendaftaran pada kontes ini dan semuanya mengusulkan anjing-anjing yang sungguh hebat, namun cerita mengenai Trakr membuai kita semua," ujar Lou Hawthorne, Chief Executive BioArts. Ia mengatakan, kepahlawanan Trakr saat mencari korban yang masih hidup dari balik puing-puing menara yang hancur pantas dihargai dan mendapat kehormatan ini.

Usulan untuk mengkloning anjing jantan berusia 15 tahun itu berasal dari James Symington, mantan polisi yang kini tinggal di Los Angeles. Ia dan anjing tersebut termasuk dalam tim penyelamat yang pertama kali memasuki puing-puing gedung WTC setelah pengeboman yang keji. Symington menggambarkan semangat Trakr saat mencari korban yang telah tewas maupun yang masih hidup. Anjing itu pula yang sangat membantu tim menyelamatkan seorang korban terakhir yang masih hidup di bawah puing-puing setinggi 9 meter yang hampir runtuh.

"Saya tidak dapat membayangkan kebahagiaan yang saya rasakan saat itu," ujar Symington. Jika kloning Track memiliki kemampuan yang sama, tentu anjing tersebut akan sangat bermanfaat.

Teknologi kloning anjing telah terbukti sukses meskipun baru peneliti Korea Selatan yang menguasainya. BioArts International juga bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Korea, Soom Biotech Research Foundation, yang dipimpin  Hwang Woo-suk. Hwang adalah mantan ketua tim peneliti kloning di Universitas Nasional Seoul, yang memimpin penelitian kloning anjing pertama di dunia pada tahun 2005. Namun, ia dipecat karena terbukti bertanggung jawab atas pemalsuan data penelitian kloning sel induk manusia.

Sebelum bekerja sama dengan Hwang dan mendirikan BioArts, Hawthorne menjadi CEO Genetic Savings & Clone. Perusahaan tersebut meluncurkan proyek kloning anjing Missyplicity yang berusaha mengkloning anjing miliknya bernama Missy sejak tahun 1998. Namun, usahanya ditutup tahun 2006 karena gagal dan pada usia 15 tahun, Missy mati.

Tahun 2007, Hwang berhasil membantu Hawthorne mengkloning Missy dari sel-sel jaringan tubuhnya yang disimpan. Tiga ekor turunannya terbukti kloning. Dengan modal inilah, BioArts mulai aktif dan saat ini telah memegang lisensi kloning anjing, kucing, dan hewan langka dari Start Licensing Inc. Lisensi tersebut juga terdaftar dalam paten kloning SCNT yang dibuat Institute Roslin, lembaga yang berhasil mengkloning hewan pertama di dunia yakni domba bernama Dolly. 


WAH
Nilai 3.73 A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
yuki @ Selasa, 5 Agustus 2008 | 16:43 WIB
@gita: setau saya, ada jg org indo (ugm) yg pernah studi di lab prof hwang woo-suk. tp gara2 kasus pemalsuan data prof tsb, beliau itu dipindah ke lab prof laen di snu (kl ngga salah). now uda lulus phd. sy pernah liat foto beliau dan lab members dgn presiden korsel roh myung yun (wow) di arsip milis student indo sini. mungkin bapak ini jg gape dgn kloning dan bs diterapkan di indonesia, bila masyarakat uda siap dgn transfer teknologi kloning. so, kita patut bangga jg deh.
gita @ Selasa, 5 Agustus 2008 | 16:25 WIB
seandainya ilmuan indonesia seperti disana??pasti seru ya!!....coz bisa kloningin hewan2 asli indonesia yg bentar lagi akan punah karna keserakahan manusia..kloningin harimau jawa donkk.....emang si udah punah?!masih bisa ga ya ?????????????
geryneus @ Minggu, 3 Agustus 2008 | 13:48 WIB
orang kalau membandingkan ilmu pengetahuan dengan agama takan habis2nya berdebat dengan ilmu pengetahuan jangan pernah dicampur adukan dengan agama, biarkan berjalan sendiri-sendiri ilmu pengetahuan membuat manusia bertambah maju sedangkan agama membuat manusia mempunyai batas-batas bahwa masih ada yang lebih kuasa dari manusia jangan buta dengan agama terlalu (panatik) serta jangan buta juga (panatik) dengan ilmu pengetahuan
iloveu @ Sabtu, 2 Agustus 2008 | 12:30 WIB
minta agnes monica ato sandra dewi di kloninggg dddoonnnkkkk...bagi 1 buat jadi pacarku...asik..piss ach..
Nona @ Sabtu, 2 Agustus 2008 | 00:51 WIB
Kalo ada kloning manusia, bagusnya kalo mantan Presiden Bill Clinton yang dikloning. Selain tampan, juga otaknya katanya yang paling genius dari semua presiden2 AS yang masih hidup atau yang sudah wafat.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile56
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort