Nonton Film Bermutu itu Hak Asasi
Jumat, 4 Juli 2008 | 09:07 WIB

Kalau boleh tahu… film apa sih yang sebenarnya kalian suka? Drama romantis? Komedi? Action? Horor? Atau mungkin yang rada-rada berat gitu, misal film sastra or politik.

Apa pun jenisnya, film tetap sebuah karya seni yang harus, kudu, and wajib banget dihargai… betul enggak? Ya iya lah… bikin film itu kan enggak gampang….

Film itu bukan hanya sebagai media hiburan lo… tapi juga sebagai sarana pendidikan coz gambar itu tajam and mudah diingat. Manfaat sebuah film itu enggak akan terasa kalau cuma sekadar nonton.

Apresiasi biasanya timbul dalam bentuk opini atau penilaian yang menyatakan bahwa film yang telah ditonton baik, biasa saja, atau buruk, baik yang dilontarkan secara langsung maupun yang terpendam dalam hati. Ehhemm (sok intelek dikit enggak apa-apa kan)....

Yang jelas, sebagai generasi muda yang bakal nerusin perjuangan bokap-nyokap buat memajukan bangsa ini, kita perlu banget dong disuguhin tontonan yang mutu abizz, tontonan yang punya nilai edukasi dan pesan moral, serta enggak asal bikin alias kacangan.

Yang paling penting lagi, tunjukkin dong kekayaan nilai dan budi luhur orang Indonesia lewat film-film yang memang bakal dijadikan konsumsi publik. Sekali lagi, suguhin kami dengan tontonan yang bermutu.... Yang enggak mutu… ke laut aza lu…!

Menonton untuk apresiasi

Hhmm…. Nonton film kayaknya bakalan lebih bermanfaat dan lebih kelihatan fungsinya kalau kita mengekspresikannya dengan cara mengapresiasi film itu sendiri. Misalnya dengan memberi tanggapan terhadap film yang kita tonton, baik menilai maupun mengritiknya. Bisa dibilang penghargaan kali ya….

So, gimana sih cara mengekspresikan film itu? Kalau kata orang Betawi mah, ”Lah Bujug!!!!”

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum menuangkan apresiasi kita terhadap film yang kita tonton. Enggak banyak kok, perhatikan saja skenario, penyutradaraan, serta kualitas bermain para aktor dan aktrisnya.

Selain tiga poin di atas, ada banyak hal yang menunjang mutu dan kualitas film. Misalnya sinematografi, tata suara, tata artistik, kostum, soundtrack, special effect, dan lainnya. Karena hal sekecil apa pun yang mengganggu akan mudah dilihat. Begitu juga sebaliknya, gambar yang keren dan efek spesial yang canggih dapat menambah apresiasi kita.

Film yang baik akan membawa penontonnya berdiskusi hangat dengan rekan-rekan setelah menonton. Tapi, jangan cuma berkomentar saja mengenai mutu dan kualitas film. Kita pun sebagai penonton harus menjadi penonton yang berkualitas juga.

Jadi, bukan sekadar menonton buat menghilangkan stres, kita juga harus bisa memetik hikmah yang disampaikan film.

Eits… jangan lupa nih, matikan alat komunikasi and jangan keluar masuk ruangan. Jangan berkomentar terlalu keras atau ketawa cekakak-cekikik sendirian. Hal ini memang sepele bagi kita, tapi enggak buat tetangga kita… tetaplah menjadi penonton beretika untuk film Indonesia yang bermutu!



Share on Facebook
Nilai 6 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
datuk film @ Minggu, 6 Juli 2008 | 00:40 WIB
ada beberapa film jg bisa di audiensikan; A Beatiful Mind Hotel Rwanda Kundun The Exorcism of emily Rose ... dll
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
175