Teroris Palembang Jadi Poros Noordin-Mas Slamet
Kamis, 3 Juli 2008 | 20:58 WIB

JAKARTA, KAMIS - Kelompok teroris yang terungkap di Palembang, Sumatera Selatan, dipastikan merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Kelompok Palembang ini disebut-sebut merupakan sel baru bentukkan Noordin M Top sebagai poros antara gerakan JI di Singapura yang dikendalikan Mas Slamet Kastari dan JI di Jawa yang dikendalikan sendiri oleh Noordin M Top.

Menurut keterangan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, kelompok teroris Palembang ini terkoneksi langsung dengan JI Singapura pimpinan Mas Slamet Kastari dan juga terkoneksi langsung dengan kelompok JI Jawa Tengah, yakni Wonosobo dan Semarang yang dikendalikan oleh Noordin M Top.

"Kelompok Palembang ini tekait langsung dengan kelompok teroris JI di Wonosobo dan Semarang Jawa Tengah yang dikendalikan Noordin M Top. Tapi pelatihnya untuk merakit bom dari JI Singapura kelompok Mas Slamet Kastari," ungkap Abubakar dalam keterang pers di Mabes Polri, Kamis (3/7).

Terungkapnya jaringan teroris Palembang ini berawal dari permintaan bantuan untuk menangkap buronan (Red Notice) dari Kepolisian Singapura. Buronan yang dicari Singapura ini merupakan buronan yang terlibat jaringan teroris JI pimpinan Mas Slamet Kartari, yang lari dari penjara Singapura, tahun 2007 lalu.

"Tersangka berinisial MH (35) merupakan salah satu ahli bom JI Singapura pimpinan Mas Slamet Kastari. Dia ditangkap Sabtu 28 Juni di Sekayu, Musi Banyu Asin berdasar Red Notice dari Singapura. Selama ini dia sebagai guru bahasa Ingris. Dia yang melatih perakitan bom terhadap kelompok Palembang ini," jelas Abubakar.

Berawal dari penangkapan tersangka MH, yang disebut-sebut sebagai warga Singapura, ini kemudian berkembang ke tersangka lain. Sembilan orang yang pernah mendapat pelatihan merakit bom dari tersangka MH, ditangkap dalam serangkai penggrebekan pada 1 dan 2 Juli kemarin.

"Ada sembilan tersangka yang ditangkap Densus 88 antiteror di bantu Brimob Polda Sumsel. 10 orang termasuk MH. Para tersangka yang ditangkap ini adalah orang-orang yang sudah mendapat pelatihan merakit bom dan perencanaan kegiatan teroris," kata Abubakar.

Ke sembilan tersangka teroris Palembang ini adalah AT alias M alias A alias I (35), ST alias S alias R (22), AM alias Z (26), W alias Y alias R (35), AG alias AT alias G (36), W (26), AS alias AH alias UG (42), SA alias AB (28), dan tersangka AMT alias T (30).

Tersangka AT alias M merupakan pimpinan forum anti permotadan (Fakta) di Palembang dan koordinator pelatihan perakitan bom. ST alias S merupakan seorang mahasiswa yang dilatih MH untuk merakit bom. Tersangka AM alias AD seorang buruh penyadap karet dan telah mendapat pelatihan merakit bom.

Tersangka W alias Y sebagai penyimpan bom rakitan. Tersangka AG alias AT merupakan PNS di Balai Pemasyarakatan Palembang yang menyimpan bom rakitan. Tersangka W sebagai penyimpan bom. Tersangka AH alias UG merupakan pimpinan Ponpes yang menyebunyikan buronan MH. Tersangka SA alias AB merupakan guru pesantren yang dipimpin AH alias UG. Dan tersangka HMT adalah menyimpan bom hasil rakitan.

Abubakar belum bersedia mengungkap lebih jauh tentang hubungan antara kelompok teroris Palembang, Noordin M Top dan Mas Kastari. Ia hanya menduga kelompok Palembang diproyeksikan sebagai poros antara pergerakan JI Singapura Pimpinan Mas Kastari dengan JI di Jawa pimpinan Noordin M Top. Sebab posisi Palembang merupakan tengah-tengah antara Singapura dan Jawa.

"Untuk sementara kita hanya bisa memastikan kelompok Palembang terkait dengan JI Noordin M Top dan JI Singgapura pimpinan Mas Slamet Kastari. Ini masih dalam pengembangan. Nanti setelah terungkap semua, kita sampaikan," elak Abubakar.

Abubakar juga menyampaikan, dari 10 tersangka teroris Palembang yang tertangkap, baru sembilan tersangka yang diterbangkan ke Jakarta. Masih satu orang yang ditahan di Palembang untuk pengembangan penyidikan. Namun Abubakar menolak untuk mengungkapkan tersangka inisial apa yang masih ditahan di Palembang.


Sugiyarto
Sumber : Persda Network
Nilai 5 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Route @ Jumat, 4 Juli 2008 | 01:34 WIB
Salute buat Polri khususnya Densus88 mereka lebih hebat dari police ngr tetangga. Mal
mei @ Kamis, 3 Juli 2008 | 21:41 WIB
aduh kenapa ya masih ada teroris di negara ini?kita betul2 prihatin,seharusnya kita hidup itu saling mengisi,perbedaan itu memang ada,tapi lebih baik jgn kita perbesar,marilah kita saling mengasihi,daripada buat bom,lebih baik kita buat daftar bagaimana caranya membuat energi alternatif,daripada kita bunuh pendeta,lebih baik kita bunuh kemiskinan,kebodoha,keterbelakangan.lebih menarikkan daripada melihat darah di mana2....daripada sibuk bikin bom lebih baik kita bikin cara untuk memberi masukan pada pemerintah agar lebih pro pada rakyat.salinh intropeksi diri saya rasa adalah jalan yang terpuji.
mangjen @ Kamis, 3 Juli 2008 | 21:17 WIB
Dipalembang juga banyak kelompok preman yg pada saat tender projek berkumpul di kantor PU kodya, mereka mendapat komisi atau jatah projek, tolong kpk dan polisi bereskan mereka
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort