Elpiji Naik, Makanan pun Ikut
Kamis, 3 Juli 2008 | 19:02 WIB

TEGAL, KAMIS - Sejumlah pemilik warung makan di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes mulai menaikkan harga jual makanan, menyusul kenaikan harga elpiji. Hal itu dilakukan agar usaha mereka tidak mengalami kerugian. Terlebih saat ini, harga berbagai bahan kebutuhan pokok juga mulai berangsur naik.

Santi (33), pengelola rumah makan di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, Kamis (3/7) mengaku mulai menaikkan harga makanan sejak sepekan lalu. Hal itu sebagai antisipasi terhadap kenaikan harga elpiji. Kenaikan harga makanan berkisar antara 10 hingga 20 per sen.

Selama ini, ia menggunakan dua buah kompor gas untuk memasak nasi, sop ayam, balungan, soto, gulai, dan sate kambing. Dua tabung gas elpiji isi 12 kilogram, cukup untuk memasak selama dua pekan. Secara keseluruhan, persediaan tabung gas yang dimilikinya m encapai lima buah.

Menurut dia, tidak semua makanan yang dijual, dinaikkan harganya. Sebagian lainnya dibiarkan dengan harga lama, namun dikurangi takarannya, seperti sop balungan sapi. Isi sop balungan seharga Rp 10.000 dikurangi dari lima potong menjadi empat potong perporsi.

Pasalnya, sop balungan merupakan salah satu menu favorit di warungnya. Apabila harganya dinaikkan, ia khawatir kehilangan pelanggan.

Selain akibat naiknya harga elpiji, kenaikan harga makanan yang dijualnya juga akibat naiknya harga bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak gorengan dan telur. Saat ini, ia masih berencana menaikkan harga jual minuman, sekitar Rp 500 per gelas.

Cici (34), pengelola warung makan di Jalan Jenderal Sudirman Kota Tegal mengaku lebih memilih mengurangi takaran, daripada menaikkan harga jual makanan. Hal itu ia lakukan agar tidak kehilangan pelanggan.

Selama ini, ia menjual aneka makanan, seperti sop dan opor ayam. Harga opor ayam tetap Rp 8.000 per porsi, namun porsi nasi dan ukuran ayamnya dikurangi.Warung makannya buka selama 24 jam.

Untuk memasak, ia menggunakan satu kompor gas dan beberapa buah kompor minyak tanah. Rata-rata satu tabung isi elpiji 12 kilogram, hanya cukup untuk memasak selama satu minggu. Harga eceran elpiji 12 kilogram naik dari Rp 56.000 menjadi Rp 70.000 per tabung.

Sunarti (40), pemilik warung makan di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Brebes juga mengaku menaikkan harga jual makanan, sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per porsi. Selain akibat naiknya harga elpiji, hal itu juga akibat kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. "Awalnya saya mencoba bertahan tidak menaikkan harga makanan, tapi akhirnya tidak sanggup lagi," ujarnya.

 


Siwi Nurbiajanti
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4