BEIJING, RABU - Wahana berawak tiga buatan China, Shenzhou VII, akan memasuki proses pengujian terakhir di Pusat Peluncuran Ruang Angkasa di Gansu, China. Shenzhou VII merupakan wahana yang disiapkan untuk meluncurkan tiga orang taikonot, sebutan astronot China, Oktober mendatang.
Kepala desainer wahana Zhang Bainan, dari China Aerospace Science and Technology Corp (CASC), mengatakan, para ilmuwan yang terlibat dalam riset dan pengembangan sudah bersiap-siap menuju Jiuquan awal bulan ini. Hal tersebut merupakan tanda bahwa peluncuran wahana berawak ketiga China tinggal selangkah lagi sebelum tahap persiapan peluncuran.
"Fungsi-fungsi dan kinerjanya memenuhi syarat menyeluruh untuk program luar angkasa," ujar juru bicara CASC. Selain itu, misi kali ini merupakan pijakan China untuk membangun stasiun antariksa secara mandiri.
Sebab, dalam misi kali ini, untuk pertama kalinya taikonot China akan mendemonstrasikan spacewalk atau bekerja langsung di luar wahana. China juga akan menjajal dua teknologi kunci dalam pembangunan stasiun antariksa, yakni sistem docking otomatis untuk merapat ke wahana lain dan aktivitas kompleks di dalam wahana.
"Misi ini paling berisiko dalam progran ruang angkasa China," ujar Yuan Jiajun, general manager CASC. Ketiga taikonot akan berada di luar angkasa selama 5 hari untuk melakukan sejumlah tes. Untuk memastikan keamanan awak yang dikirim, CASC bahkan sudah menyiapkan 30 skenario situasi darurat.
Peluncuran Shenzhou VII akan dilakukan menggunakan roket Long March-2F. Roket terbaru buatan China yang telah ditingkatkan kemampuannya untuk mengangkut beban lebih berat itu akan dikirim ke Jiuquan pada Agustus.
China merupakan negara ketiga di dunia yang sampai saat ini sanggup mengirimkan wahan berawak ke ruang angkasa, setelah Soviet (Russia) dan AS. Wahana pertama berhasil diluncurkan tahun 2003 dan menyusul 2005.