Istri Berperan Penting dalam Pemberantasan Korupsi
Rabu, 2 Juli 2008 | 13:11 WIB

JAKARTA, RABU-  Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzzammil Yusuf, Rabu (2/7), mengingatkan peran penting istri dalam pemberantasan korupsi. Ada persoalan sangat serius jika benar tuduhan penerimaan suap terhadap anggota DPR, Bulyan Royan (Fraksi Partai Bintang Reformasi), menyertakan istrinya.

Jika Bulyan menerima uang ditemani istrinya atau istri Bulyan tahu bahwa suaminya akan menerima suap,maka berarti suap telah berurat akar dalam keluarga. Korupsi tidak akan marak jika para istri bisa turut memantau dan mengawasi suaminya, bukan malah menemani menerima suap.

Merujuk kasus tersebut, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, majelis taklim, aktivis keagamaan, ataupun lembaga swadaya masyarakat perempuan harus menjadikan momentum tersebut sebagai penyadaran antikorupsi bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga. Para ibu umumnya punya pengaruh lebih kuat kepada anak-anaknya ketimbang para ayah. Jika para ibu lemah dalam sikap antikorupsi, hal itu dapat memperlemah sikap antikorupsi pada anak-anaknya.

Budaya antikorupsi juga tidak akan kuat tanpa penyadaran melalui pendidikan di rumah dan sekolah. Kurikulum antikorupsi juga harus diperkuat oleh Departemen Pendidikan Nasional.


Sidik Pramono
Share on Facebook
Nilai 7 A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
bintang nurtjahyo @ Kamis, 10 Juli 2008 | 14:56 WIB
kadang susah sih kalau suminya takut istri gimana? apalagi istrinya doyan shopping dan anaknya doyan pamer.. pusing kan suami...
hexa @ Jumat, 4 Juli 2008 | 12:37 WIB
Walah... yang salah siapa...... yang dituduh siapa..... koq jadi pengecut ya..... kalau kasusnya seperti artalita, apa suaminya atau bapaknya ikut dibawa-bawa?
untung surapati @ Kamis, 3 Juli 2008 | 10:15 WIB
Harta ga dibawa mati,malahan perlu dipertanggungjawabkan diakherat nanti!!!
Fauzan @ Kamis, 3 Juli 2008 | 03:18 WIB
buat mbak destesi... artikelnya nggak nyalahin perempuan kok... baca yang betul doong... lho hubungannya dengan kebiadaban apa?
Ros @ Rabu, 2 Juli 2008 | 16:58 WIB
Walaupun istri menyuruh, tapi kalau suami tidak punya peluang atau tidak mau, yah tidak akan terjadi. Jangan nyalahin istri dong, suami sebagai kepala keluarga bertanggung jawab.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1