Siapa Bulyan Royan?
Selasa, 1 Juli 2008 | 06:09 WIB

JAKARTA, SELASA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diduga menerima suap. Menurut KPK, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (F-PBR) yang ditangkap itu berinisial BR.

Ketua Umum DPP PBR Bursah Zarnubi yang diwawancarai Persda Network membenarkan kabar penangkapan anggotanya itu. Bila melihat data anggota DPR dari F-PBR, inisial BR yang dimaksud adalah Bulyan Royan yang terpilih mewakili Provinsi Riau. Dia dilahirkan di Kubu Rohil, 1 Januari 1958.

Menurut buku Almanak Anggota DPR periode 2004-2009, riwayat pekerjaan Bulyan sebelum menjadi anggota Dewan adalah dirut perkapalan, dirut kontraktor listrik, dan dirut perminyakan. Namun, tidak disebutkan apa nama perusahaan yang dipimpinnya.

Pria yang mengecap pendidikan terakhir di Pascasarjana Northern California Global University Jakarta itu juga aktif di berbagai organisasi, antara lain menjadi Ketua HIPMI Riau, Ketua Kompartmen Kadin Riau, dan Wakil Sekretaris Gapensi Riau. Dia juga menerima Lencana Karya Satya 30 Tahun Presiden RI 1993

Dalam buku tersebut, hal yang diperjuangkan Bulyan sebagai anggota Dewan adalah memperjuangkan kebenaran dalam segala aspek. (ROY)


ROY
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 3.38 A A A
Ada 59 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Denly @ Rabu, 2 Juli 2008 | 10:02 WIB
Kalo sudah koruptor jangan pake topeng kebenaran,mau jadi apa indonesia kalo seperti ini sudah membudaya
hamda @ Rabu, 2 Juli 2008 | 08:56 WIB
BUAT CAPRES 2009, LURUSKAN TUJUAN MEMIMPIN NEGARA. Atasi semua masalah bangsa dengan membenahi pendidikan. Tinggikan martabat guru dengan memperbaiki sistem penerikmaan dan penggajian yang berkeadaban. Jangan sampai terdapat institusi pendidikan dibiarkan menghasilkan lulusan yang menyumbang kualitas rendah (moral dan kecerdasan) bagi dunia kerja, termasuk DPR.
HAMDA @ Rabu, 2 Juli 2008 | 08:50 WIB
HILANG BELUM APA-APA, HILANG KESEHATAN SUDAH APA-APA, HILANG MORAL SUDAH HILANG SEMUANYA! ANAK-ISTRI MALUUUUUUUU!
Paijo @ Rabu, 2 Juli 2008 | 01:56 WIB
Mengikuti cara2 di negara maju kayak Amerika, dimana seorang penguasa ( Goverment) biasanya diambil dari mereka yg sudah mapan materi ( pengusaha) jadi selama bekerja mengembang tugas negara dan rakyat mereka ngak silau sama harta krn mereka memang sdh kaya, tetapi ternyata untuk Indonesia cara ini kurang berhasil juga, lantaran sifat bangsa kita yg mempunyai semboyan, KORUPSI merupakan sebagian dari IMAN kita.
Bejo @ Rabu, 2 Juli 2008 | 00:09 WIB
Kapan koruptor dihukum mati? Efektif untuk memberantas korupsi di Indonesia.....mungkin semua pejabat pernah terima hasil korupsi?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort