Awas, Kepergok Si Kecil
Sabtu, 28 Juni 2008 | 11:59 WIB

Salah satu masalah yang kerap dihadapi para orangtua di Indonesia adalah sedikitnya kesempatan untuk bermesraan karena khawatir diintip anak. Wajar saja, banyak anak-anak di sini yang masih tidur satu ranjang dengan ayah ibunya.

Tidur terpisah dengan anak, seperti kebiasaan orangtua di negara Barat, memang banyak positifnya. Salah satunya adalah menghindari anak melihat adegan mesra kedua orangtuanya.

Menurut psikolog Ieda Poernomo Sigit Sadi, orangtua harus sadar bahwa dirinya akan menjadi model anaknya. Karena itu orangtua sebaiknya berhati-hati saat menunjukkan kemesraannya di depan anak. Hindari tindakan yang berlebihan, semisal mencolek bokong. Apalagi, kalau si kecil sampai melihat 'aksi' kedua orangtuanya.

"Kalau anak sampai melihat, membenahinya susah. Anak, kan, tak mengerti, orang tuanya sedang apa. Ia belum bisa mengerti. Mau dijelaskan bagaimana pun, sulit," kata Ida.

Agar Anda tetap memiliki privacy, ajari anak untuk terbiasa mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar. Tetapi bila anak terlanjur "menangkap basah" kegiatan Anda, jangan panik. Segeralah menghentikan kegiatan Anda untuk menenangkan anak.

Ada baiknya Anda mengajak anak bicara untuk mengetahui apa yang tersimpan di otaknya. Sebelum menjelaskan panjang-lebar, tanyakan lebih dulu, "Apa yang kamu lihat? Menurut kamu Mama-Papa sedang apa?" Dengan demikian orang tua mengerti arah pikiran si anak. Misalnya, ia mengatakan, "Kok, Mama kasihan amat, suaranya seperti ingin menangis."

Setelah mengetahui apa yang ditangkap oleh anak, Anda bisa memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Katakan bahwa apa yang ayah-ibunya lakukan adalah ungkapan kasih sayang yang hanya boleh dilakukan orang yang sudah menikah.

Meski hubungan seksual adalah hal yang tak boleh dilihat anak-anak, tapi bukan berarti orangtua tak boleh menunjukkan kemesraan. Yang penting, harus tetap dalam batasan yang wajar, misalnya mencium pipi, memeluk, atau berpegangan tangan. Dengan begitu anak akan melihat kedua orangtuanya saling menyayangi.



Nilai 4.73 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
puji @ Rabu, 2 Juli 2008 | 12:22 WIB
ihh.. pasti malu da... jadi klo sampe kepergok... ati2 z...
Ilaila @ Selasa, 1 Juli 2008 | 11:35 WIB
mengapa tabu? betul kita harus jelaskan pada anak,sebatas pengertiannya,tentu dengan bahasa anak pula.penalaran dan penjelasan yang positif.
jacky @ Senin, 30 Juni 2008 | 17:01 WIB
ini mah tabu...pokoknya jgan
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile41
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort